Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Luncurkan 40 Rudal ke Target Militer AS-Israel
Advertisement . Scroll to see content

Murka! Trump Kecam Inggris dan Spanyol gegara Tolak Bantu AS Serang Iran

Rabu, 04 Maret 2026 - 23:21:00 WIB
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer karena enggan membantu perang melawan Iran.

Trump mengancam bahwa sikap Inggris tersebut bisa memengaruhi hubungan khusus kedua negara.

“Dia tidak mau membantu. Saya tidak pernah menyangka akan menyaksikan seperti itu. Saya tidak pernah menyangka akan melihat itu dari Inggris,” kata Trump, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).

Dia menambahkan, akibat sikap Inggris itu hubungan kedua negara telah berubah secara dramatis.

“Ini sebenarnya dunia yang berbeda. Ini hanya hubungan yang jauh berbeda dari yang pernah kita alami dengan negara Anda,” ujarnya.

Inggris sebenarnya membantu AS dalam perang melawan Iran, namun bersifat pasif, yakni mengizinkan militer Negeri Paman Sam menggunakan pangkalan militernya.

Selain itu Inggris juga mengerahkan kapal perang untuk mengamankan pangkalannya di Siprus yang menjadi target serangan Iran.

Sementara itu, Trump mengancam akan menghentikan semua kerja sama perdagangan dengan Spanyol. Ancaman itu disampaikan setelah Spanyol melarang AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (3/3/2024), Trump menyebut Spanyol sebagai negara yang mengerikan atas keputusannya tersebut.

"Kita akan memutus seluruh perdagangan. Kita tidak ingin berhubungan dengan Spanyol," katanya, seperti dikutip dari BBC, Rabu (4/3/2026).

Tak jelas apakah ancaman itu hanya gertakan atau sungguhan. Dia tak menyebutkan secara rinci mengenai ancamannya itu.

"Saya bisa besok atau hari ini, bahkan lebih baik menghentikan semua yang berhubungan dengan Spanyol, seluruh bisnis yang berhubungan dengan Spanyol," kata Trump.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut