Nah! Negara-Negara Teluk Mulai Frustrasi dengan AS, Perang Iran Tak Kunjung Usai
Meski demikian seorang diplomat negara Barat yang bertugas di Teluk menegaskan, perkembangan yang terjadi di Timur Tengah belakangan ini bukan berarti mengubah secara drasris hubungan negara-negara di kawasan dengan Washington.
Dia menambahkan, kehadiran pasukan AS di Timur Tengah, sejak awal, sebelum pecahnya perang melawan Iran, sebenarnya tidak disambut dengan antusias.
Sementara itu seorang sumber pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada Washington Post, dia menepis anggapan tersebut. Menurut pejabat itu, Trump tetap memiliki hubungan sangat baik dengan seluruh mitra di Teluk. Selain itu, AS juga masih menjalin komunikasi rutin dengan negara-negara tersebut, bahkan semakin intensif sejak konflik pecah.
Negara-negara Teluk masih memiliki bergantung terhadap AS dalam dukungan keamanan, termasuk peralatan militer, amunisi, dan informasi intelijen.
Kecemasan negara-negara Teluk meningkat setelah Trump mengancam akan menyerang Iran habis-habisan pada bulan lalu, meski kemudian membatalkannya. Alasannya, ada kemajuan dalam perundingan terkait pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.
Editor: Anton Suhartono