Nah, Organisasi Zionis Tuduh Trump Langgar Aturan karena Jual Jet Tempur F-35 ke Saudi
ZOA: Penjualan F-35 ke Saudi Langgar 22 US Code 2776 (h)
Organisasi Zionis Amerika (ZOA) menjadi pihak yang paling lantang menentang langkah Trump. Mereka menilai penjualan F-35 ke Riyadh akan mengurangi qualitative military edge (QME) Israel atau keunggulan militer kualitatif yang selama ini dijamin secara hukum oleh Amerika.
ZOA mengutip 22 US Code 2776 (h), aturan yang mewajibkan AS memastikan kemampuan militer Israel tetap berada di posisi unggul dalam menghadapi ancaman regional. Menurut kelompok tersebut, memberi Saudi akses pada teknologi siluman paling sensitif milik AS adalah langkah yang “melanggar semangat hukum itu.”
ZOA juga menyoroti jumlah pesawat yang diminta Saudi, yakni 48 unit F-35. Angka ini jauh lebih besar dari total F-35 yang dimiliki Israel saat ini, sehingga penjualan tersebut dinilai sangat berisiko dan dapat merusak stabilitas kawasan.
AS Biasanya Batasi Penjualan Senjata ke Teluk
Selama bertahun-tahun, AS mempertimbangkan kebutuhan pertahanan negara-negara Teluk, tetapi selalu membatasi volume dan spesifikasi senjata canggih yang dijual. Tujuannya jelas: memastikan Israel tetap mempertahankan keunggulan militer di kawasan, sesuai komitmen hukum AS.
Namun pemerintahan Trump tampak mengambil langkah berbeda. Dengan tetap maju menjual F-35 ke Riyadh, Trump membuka babak baru ketegangan diplomatik dengan kelompok pro-Israel di Washington.
Keputusan ini juga menimbulkan pertanyaan besar, apakah AS masih berpegang pada prioritas lama yang menjunjung QME Israel, ataukah Trump sedang menggeser orientasi strategis AS di Timur Tengah?
Editor: Anton Suhartono