Negara Bagian Victoria Keluarkan Pernyataan Bencana Covid-19, Perketat Jam Malam

Arif Budiwinarto ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 18:27 WIB
Negara Bagian Victoria Keluarkan Pernyataan Bencana Covid-19, Perketat Jam Malam

Situasi jam malam di Australia dalam pencegahan penyebaran Covid-19 (foto: CNN)

MELBOURNE, iNews.id - Negara bagian Victoria, Australia, mengalami peningkatan kasus baru Covid-19 secara signifikan. Situasi ini mendorong pemerintah menyatakan status bencana dan menerapkan jam malam untuk mencegah penyebaran virus.

Pada Minggu (2/8/2020), Victoria yang merupakan negara bagian terbesar kedua di Australia mendapat tambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 671 dan 7 kematian baru. Jumlah tersebut jadi angka kasus baru terbesar di Victoria dalam kurun waktu 24 jam.

Dilansir dari Strait Times, tingginya angka penularan di masyarakat serta kasus yang belum diketahui asalnya memaksa pemerintah memberlakukan aturan pembatasan baru yang akan berlangsung selama enam pekan kedepan.

"Aturan saat ini telah mencegah ribuan dan ribuan kasus per harinya, tetapi kemudian masih banyak ribuan tragedi lainnya yang kita saksikan," kata Kepala Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews.

Pemerintah negara bagian Victoria akan memberlakukan jam malam di Melbourne, ibu kota negara bagian Victoria, mulai pukul 20:00 sampai 05:00 pagi mulai Minggu (2/8/2020) malam ini waktu setempat.

Penduduk Melbourne yang berjumlah lima juta orang tidak diperkenankan berada di luar rumah pada jam tersebut kecuali bekerja atau memberi bantuan. Dalam pelaksanaannya, petugas akan berpatroli tiap malam guna mencegah adanya warga yang berkerumun tanpa kepentingan mendesak seperti berbelanja atau membutuhkan perawatan.

Melbourne sebenarnya sudah menjalankan aturan tetap di rumah selama enam pekan terakhir dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Namun, angka kasus baru di kota tersebut justru memperlihatkan angka peningkatan dalam sepekan terakhir.

Pemerintah Victoria masih akan memberlakukan pembelajaran online bagi sekolah-sekolah pekan depan. Sementara supermarket dan restoran diizinkan tetap beroperasi tetapi hanya boleh melayani pembelian take away.

"Kami tidak memiliki pilihan selain membuat keputusan ini dan mendorong pelaksanaannya."

"Ini merupakan satu-satunya opsi yang kami miliki," lanjut Andrews.

Australia menghadapi gelombang kedua Covid-19 pada Juli lalu, dimana terdapat ratusan kasus baru yang mayoritas berasal dari Victoria dan negara bagian New South Wales. Jumlah kasus Covid-19 di Australia mencapai 17.269 dengan 201 angka kematian.

Editor : Arif Budiwinarto