Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pasukan Israel Bersiap Bentrok dengan Warga Palestina Selama Ramadan, Siapkan Drone Gas Air Mata
Advertisement . Scroll to see content

Negara Muslim Desak Dewan HAM PBB Selidiki Kejahatan Perang Israel di Palestina

Rabu, 26 Mei 2021 - 12:42:00 WIB
Negara Muslim Desak Dewan HAM PBB Selidiki Kejahatan Perang Israel di Palestina
Negara muslim mendesak PBB untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang Israel di Palestina (Foto/Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JENEWA, iNews.id - Negara-negara mayoritas muslim mendesak PBB menyelidiki dugaan kejahatan perang dalam konflik 11 hari antara Israel dengan pejuang Palestina di Jalur Gaza.

Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB akan mengadakan sesi khusus membahas konflik Israel-Hamas pada Kamis (26/5/2021) atas permintaan Pakistan selaku koordinator Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan Palestina.

Negara-negara tersebut pada Selasa malam mengajukan draf resolusi guna membentuk komisi penyelidikan independen untuk mengungkap semua pelanggaran HAM di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, serta di Israel, sejak 13 April. 

Seperti diketahui, konflik tidak hanya terjadi di Gaza dan Yerusalem Tiur, melainkan di Israel antara warga keturunan Arab dengan kelompok Yahudi yang dibantu polisi.

"Termasuk diskriminasi dan penindasan sistematis berdasarkan identitas nasional, etnis, ras, atau agama," bunyi draf, dikutip dari Reuters, Rabu (26/5/2021).

Tim independen akan mengumpulkan dan menganalisis bukti kejahatan yang dilakukan, termasuk materi forensik untul memperkuat proses hukum.

Hasilnya akan dilaporkan kembali pada Juni 2022, termasuk menentukan mereka yang bertanggung jawab.

Duta Besar Israel untuk PBB di Jenewa, Swiss, Meirav Eilon Shahar mengatakan, sesi khusus yang menargetkan negaranya merupakan bukti jelas dari agenda anti-Israel. 

"(Mereka) Hanya menghargai tindakan Hamas, sebuah organisasi teroris," ujarnya.

Sejak dibentuk pada 2006, Dewan HAM PBB, forum beranggotakan 47 negara, sudah mengadakan delapan sesi khusus yang mengutuk Israel dan menggelar beberapa penyelidikan atas dugaan kejahatan perang.

Amerika Serikat sempat keluar dari keanggotaan dewan pada masa pemerintahan Presiden Donald Teump dengan alasan anti-Israel, namun di bawah Joe Biden bergabung kembali. Delegasi AS saat ini berstatus pengamat dan tidak memiliki hak suara.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut