Netanyahu Ingkar Janji Belum Buka Perbatasan Rafah, Hamas Sebut Israel Fasis
Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan tetap berkomitmen menjalankan perjanjian gencatan senjata dengan Israel, termasuk pemulangan jenazah para sandera Israel yang tewas. Namun proses tersebut terhambat karena sebagian besar jenazah masih tertimbun di reruntuhan bangunan dan terowongan yang dihancurkan pasukan Zionis.
“Kami menegaskan komitmen terhadap perjanjian tersebut dan keinginan untuk mengimplementasikannya, termasuk penyerahan semua jenazah sandera Israel yang tersisa,” bunyi pernyataan.
Hamas menuduh militer Israel bertanggung jawab atas kesulitan evakuasi jenazah. Banyak korban tertimbun di bawah puing-puing akibat bombardir besar-besaran yang dilakukan pasukan Zionis.
“Tentara penjajah Nazi yang sama yang membunuh para sandera ini adalah pihak yang bertanggung jawab mengubur mereka di bawah reruntuhan,” demikian pernyataan Hamas.
Editor: Anton Suhartono