Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pidato Perdana Netanyahu sejak Perang: Iran Bukan Lagi Iran yang Sama setelah Serangan Israel
Advertisement . Scroll to see content

Netanyahu Sebut Mojtaba Khamenei Boneka Garda Revolusi Iran, Tak Berani Muncul ke Publik

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:49:00 WIB
Netanyahu Sebut Mojtaba Khamenei Boneka Garda Revolusi Iran, Tak Berani Muncul ke Publik
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menyebut pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei hanya boneka dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Iran. (Screenshot)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan sindiran tajam kepada pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Netanyahu menyebut Mojtaba hanya “boneka” dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Iran.

Pernyataan itu disampaikan Netanyahu, dalam konferensi pers pertamanya sejak perang dengan Iran pecah, Kamis, 12 Maret 2026. Dilansir dari Al Jazeera, Jumat (13/3/2026), dia bahkan menyinggung absennya Mojtaba dari ruang publik sejak perang dimulai. Menurutnya, pemimpin baru Iran itu tidak berani tampil langsung di hadapan publik.

Namun, Netanyahu menolak berspekulasi mengenai kemungkinan serangan terhadap Mojtaba Khamenei, serta pemimpin kelompok Hizbullah, Naim Qassem. Dia hanya mengatakan, tidak akan memberikan jaminan hidup bagi siapa pun.

Mojtaba Khamenei diangkat menjadi pemimpin tertinggi Iran setelah ayahnya, Ali Khamenei, tewas dalam serangan pada awal kampanye militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran hampir dua pekan lalu.

Sejak perang dimulai, Mojtaba belum pernah muncul di depan publik. Pernyataannya kepada rakyat Iran bahkan hanya disiarkan melalui televisi pemerintah dan dibacakan oleh penyiar berita. Intelijen Israel menilai Mojtaba kemungkinan mengalami luka dalam serangan udara pada tahap awal konflik. 

Dalam konferensi pers tersebut, Netanyahu juga mengakui dirinya tidak dapat memastikan apakah rakyat Iran akan menggulingkan pemerintahan Republik Islam. Menurut dia, Israel dan Amerika Serikat hanya berupaya menciptakan kondisi yang memungkinkan rakyat Iran melakukan perubahan politik.

"Kita bisa membawa seseorang ke sumber air, tetapi tidak bisa memaksanya untuk minum," ujar Netanyahu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut