Netanyahu Tolak Mentah-Mentah Proposal Damai Gaza Fase II yang Diajukan Trump
TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu menolak penerapan gencatan senjata fase kedua di Jalur Gaza. Pernyataan itu disampaikan langsung Netanyahu kepada Dewan Perdamaian, lembaga bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dilaporkan surat kabar Hayom, mengutip keterangan beberapa sumber pejabat Israel, Netanyahu juga menyampaikan penolakan atas penarikan pasukan Zionis dari Jalur Gaza.
Disebutkan, Netanyahu menyampaikan penolakan tersebut melalui utusan Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nickolay Mladenov, saat keduanya bertemu, Senin (3/8/2026).
"Israel tidak akan menarik diri dari posisi yang dikuasainya di Gaza, dan tidak akan melakukan gencatan senjata," kata Netanyahu, kepada Mladenov, seperti.dilaporkan kembali Anadolu, dikutip Selasa (4/8/2026).
Dia mengeklaim Hamas telah membangun kembali kemampuan militernya yang bisa menimbulkan ancaman langsung bagi tentara Israel serta warganya di dekat perbatasan Gaza.
Hayom juga melaporkan, Dewan Keamanan Nasional Israel sebelumnya menyampaikan keberatan kepada Netanyahu mengenai syarat-syarat peta jalan gencatan senjata Gaza fase kedua kepada Dewan Perdamaian dan tim Trump.
Dewan Perdamaian pada Jumat pekan lalu merilis draf perjanjian yang menguraikan prinsip-prinsip dan mekanisme implementasi gencatan senjata fase selanjutnya, termasuk pengaturan keamanan, pemerintahan transisi, hingga pemerintahan permanen.
Militer Israel dilaporkan telah menetapkan tiga garis merah terkait kerangka kerja 15 poin tersebut.
Menurut stasiun televisi pemerintah KAN, para pejabat militer senior Israel akan menyampaikan tuntutan tersebut dalam diskusi dengan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Eyal Zamir.
Poin pertama tuntutan itu menyerukan kebebasan bertindak sepenuhnya untuk menghilangkan ancaman di Gaza.
Tentara Israel juga menuntut kendali atas perampasan senjata di Gaza.
Selain itu militer Israel menentang penarikan sebagian atau bertahap pasukannya, kecuali senjata Hamas dilucuti sepenuhnya.
Editor: Anton Suhartono