Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fenomena Banyak Warga Malaysia Pilih Pindah ke Singapura, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Netizen Malaysia Pertanyakan Kenapa PM Muhyiddin Tak Pakai Gelang Pemantau Covid-19

Rabu, 07 Oktober 2020 - 14:16:00 WIB
Netizen Malaysia Pertanyakan Kenapa PM Muhyiddin Tak Pakai Gelang Pemantau Covid-19
Muhyiddin Yassin (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

KUALA LUMPUR, iNews.id - Netizen Malaysia mempertanyakan mengapa Perdana Menteri Muhyiddin Yassin tidak mengenakan gelang merah muda sebagai tanda dia baru berkunjung dari Sabah terkait pemilu lokal pada 26 September. Gelang merah muda menandakan pemakainya dalam pemantauan dan harus menjalani karantina 14 hari.

Padahal warga Malaysia lainnya yang bepergian dari Sabah diharuskan mengenakan gelang itu. Sabah merupakan pusat wabah Covid-19 yang baru di Malaysia sehingga siapa pun yang bepergian dari negara bagian itu harus menjalani karantina.

Penumpang pesawat yang tiba dari Sabah akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Bandara Internasional Kuala Lumpur lalu dipasangi gelang plastik ini selama 2 pekan.

Dia tetap harus dikarantina di rumah atau lokasi-lokasi yang ditetapkan pemerintah, meskipun hasil tes Covid-19-nya negatif. Gelang akan dilepas begitu hasil tes Covid-19 negatif setelah melalui periode 14 hari.

Warga Malaysia melihat Muhyiddin tidak mengenakan gelang itu saat menyampaikan pidato melalui televisi, Selasa (6/10/2020).

Padahal dia sebelumnya menegaskan tidak ada perlakuan berbeda antara warga dengan pejabat terkait aturan Covid-19. Dia mengatakan enam menteri dan tujuh wakil menteri menjalani karantina setelah terbang dari Sabah. Selain itu mereka juga berinteraksi dengan menteri yang kemudian dinyatakan positif Covid-19.

Kantor Perdana Menteri menyatakan, Muhyiddin tidak melanggar aturan Kementerian Kesehatan karena tidak mengenakan gelang pemantauan Covid-19.

Muhyiddin sudah menjalani tes Covid-19 dan hasilnya negatif. Dia pun tetap menjalani karantina mandiri, sebagaimana disarankan kementerian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut