Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : RI Raih Emas Pertama Asian Games 2026, Prabowo: Terus Berjuang, Harumkan Nama Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Ngeri! Super El Nino Bisa Renggut 451.000 Nyawa di Seluruh Dunia

Sabtu, 26 September 2026 - 03:00:00 WIB
Ngeri! Super El Nino Bisa Renggut 451.000 Nyawa di Seluruh Dunia
Dampak Super El Nino di Pasifik bisa merenggut ratusan ribu nyawa di seluruh dunia (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dampak Super El Nino yang berkembang di Pasifik bisa merenggut ratusan ribu nyawa di seluruh dunia. Selain itu negara-negara berkembang diperkirakan menanggung dampak paling berat.

El Nino merupakan kondisi pemanasan alami di wilayah tropis Pasifik yang bisa memengaruhi cuaca di seluruh dunia, menyebabkan panas ekstrem dan kekeringan di satu wilayah hingga curah hujan tinggi dan banjir di wilayah lainnya secara bersamaan. 

Para pakar bahkan menyebut Super El Nino saat ini merupakan yang terkuat dalam sejarah.

Climate Impact Lab, kelompok penelitian melibatkan Universitas Chicago dan lembaga lain, mengungkap dalam sebuah laporan yang dirilis pekan ini, panas ekstrem yang terkait dengan El Nino 2026-2027 bisa menyebabkan 451.000 jumlah kematian tambahan di seluruh dunia.

Dampak tersebut diproyeksikan akan terkonsentrasi terutama di negara-negara wilayah selatan. 

Para peneliti memperkirakan, selama 6 bulan ke depan, 66.800 jumlah kematian tambahan akibat panas ekstrem di seluruh wilayah Sahel Afrika, termasuk 31.400 di Nigeria dan 17.500 di Sudan. 

Selain itu Indonesia diperkirakan mengalami tambahan 19.300 kematian, India 15.800, dan Brasil 13.300.

AS diperkirakan akan mencatat sekitar 3.500 kematian tambahan akibat panas antara September 2026 dan Februari 2027.

Agustus 2026 menjadi bulan terpanas yang pernah tercatat secara global, dengan suhu rata-rata 16,96 derajat Celcius. Eropa Barat juga mengalami musim panas dengan suhi paling tinggi yang pernah tercatat, demikian data Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut