Normalisasi Hubungan UEA-Israel untuk Hadapi Iran di Kawasan Teluk?

Arif Budiwinarto · Senin, 17 Agustus 2020 - 14:31:00 WIB
Normalisasi Hubungan UEA-Israel untuk Hadapi Iran di Kawasan Teluk?
Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash. (foto: Reuters)

DUBAI, iNews.id - Uni Emirat Arab (UEA) geram dengan pernyataan Presiden Iran, Hassan Rouhani, merespons langkah UEA menormalisasi hubungan dengan Israel. UEA menegaskan langkah tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan Iran.

Israel dan UEA mengumumkan bahwa mereka sepekat menormalisasi hubungan diplomatik pada Kamis (13/8/2020) kemarin. Titik temu kedua belah pihak dicapai dalam kesepakatan penting yang ditengahi oleh Amerika Serikat.

AFP melansir, ini adalah kesepakatan ketiga yang dicapai negara Yahudi itu dengan negara Arab. Israel pun berjanji untuk menangguhkan pencaplokan (aneksasi) terhadap Tanah Palestina.

Langkah UEA memperbaiki hubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu dikecam keras oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani. Dalam pidatonya, Sabtu (15/8/2020), Rouhani mengatakan, UEA telah membuat kesalahan besar dengan memutuskan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Dia juga menyebut langkah itu sebagai pengkhianatan oleh negara Teluk.

"Mereka (UEA) sebaiknya berhati-hati. Mereka telah melakukan kesalahan besar, tindakan pengkhianatan," kata Rouhani, merujuk pada kesepakatan normalisasi hubungan UEA-Israel yang diteken pada Kamis lalu, seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/8/2020).

Pernyataan Rouhani direspons Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash yang menyebut "kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel adalah "keputusan kedaulatan" yang tidak ditujukan untuk menghadapi Iran di kawasan Teluk, demikian dikutip dari Reuters.

UEA pada hari Minggu (16/8/2020) waktu setempat mengatakan telah memanggil diplomat Iran di Abu Dhabi sebagai tanggapan atas pidato Presiden Rouhani.

UEA telah menurunkan status hubungannya dengan Iran sejak Januari 2016 di tengah persaingan sengit antara sekutu dekat Dubai yakni Arab Saudi di kawasan Teluk.

Editor : Arif Budiwinarto