Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI bakal Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Berapa Jumlahnya?
Advertisement . Scroll to see content

OKI Kutuk Penghancuran Bangunan Warga Palestina di Yerusalem Timur

Rabu, 24 Juli 2019 - 09:16:00 WIB
OKI Kutuk Penghancuran Bangunan Warga Palestina di Yerusalem Timur
Personel keamanan Israel berpatroli di sebuah daerah di Sur Baher ketika sebuah mesin menghancurkan sebuah bangunan Palestina pada Senin (22/7/2019). (FOTO: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

YERUSALEM, iNews.id - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk penghancuran beberapa bangunan milik warga Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki Israel dengan alasan bangunan tersebut berdekatan dengan pagar kawat tembok pemisah.

Langkah Israel itu bertujuan mengubah struktur demografis Yerusalem dan memaksa warga Palestina keluar dari tanah mereka, ungkap OKI melalui pernyataan tertulis.

Dilaporkan Anadolu, Rabu (24/7/2019), pernyataan OKI itu mendesak masyarakat internasional untuk memaksa Israel mundur dari tindakan ilegal dan melanggar hak-hak warga Palestina.

Tentara dan polisi Israel pada Senin (22/7/2019) mulai menghancurkan beberapa bangunan Palestina di lingkungan Lembah Al-Hummus di distrik Sur Baher, Yerusalem Timur.

Pengadilan Israel menolak permohonan warga Palestina untuk menghentikan pembongkaran 16 bangunan, yang mana beberapa di antaranya sedang dalam pembangunan, di permukiman Wadi Al Hummus di daerah Sur Baher, Yerusalem Timur.

Mahkamah Agung Israel memutuskan pada Juni bahwa bangunan di sana melanggar larangan konstruksi. Batas waktu bagi warga untuk pindah berakhir pada Jumat (19/7/2019).

Setelah Mahkamah Agung menyatakan keputusan tersebut, maka warga Palestina kini tak dapat mempertahankan melalui jalur hukum sekitar 100 flat yang berada di dalam 16 bangunan tersebut.

Dengan keputusan itu, warga Palestina yang tinggal di bangunan-bangunan itu akan kehilangan tempat tinggal.

Mahkamah Agung Israel memutuskan menyetujui penghancuran bangunan-bangunan tersebut dengan dalih "mengancam keamanan" karena dekat dengan pagar kawat tembok pemisah di daerah Israel.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut