Organisasi Kemanusiaan Indonesia MER-C Kirim Dokter Bedah ke Gaza
Perbatasan Rafah di Mesir menjadi satu-satunya pintu masuk bagi para relawan karena akses lain berada di wilayah Israel.
"Kalau untuk waktu keberangkatan kita upayakan secepatnya. Sebab kondisi sekarang sulit diprediksi karena harus mengurus registrasi di sana dan di sini," kata dokter yang juga terjun ke Gaza saat konflik Palestina-Israel pada 2008-2009 itu.
Rencananya tim medis MER-C akan berada di Gaza selama 2 sampai 4 pekan, bergangung pada kondisi. Mereka akan diganti dengan tim selanjutnya.
Dia menambahkan, sejumlah fasilitas bantuan Indonesia di Gaza juga mengalami kerusakan akibat serangan Israel termasuk Rumah Sakit Indonesia.
"Di sana juga ada Wisma Indonesia yang satu kompleks dengan rumah sakit. Tapi yang krusial saat ini adalah kebutuhan obat-obatan, seperti alkohol, betadine, dan lainnya. Kita bawa dari Indonesia sebagian," tuturnya.
Editor: Anton Suhartono