Otoritas Washington Pertama Kalinya Tangkap Lebah Pembunuh Raksasa asal Asia

Arif Budiwinarto ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 18:22 WIB
Otoritas Washington Pertama Kalinya Tangkap Lebah Pembunuh Raksasa asal Asia

Perbandingan lebah pembunuh raksasa dengan lebah madu biasa (foto: USA Today)

WASHINGTON, iNews.id - Otoritas berwenang Washington DC, Amerika Serikat, berhasil menjebak lebah raksasa Asia atau lebah pembunuh raksasa untuk pertama kalinya. Selanjutnya, peneliti akan berusaha melacak koloninya.

Dilansir dari CNN, Sabtu (1/8/2020) sore WIB, para ilmuwan telah mencoba menangkap dan mencegah serangan serangga invasif tersebut sejak pertama kali ditemukan di negara bagian itu tahun lalu.

Dengan panjang lebih dari dua inchi, lebah berwarna kuning-hitam itu mendapat julukan lebah pembunuh dari kecenderungan mereka untuk menyerang dan membunuh lebah madu, serta berpotensi membahayakan manusia.

Sampai hari ini, sudah ada lima lebah pembunuh terlihat di negara bagian Washington dan baru satu ekor yang masuk dalam perangkap.

Para pejabat berwenang mengumumkan pada Jumat (31/7/2020) kemarin bahwa mereka telah mengidentifikasi keberadaan lebah pembunuh sejak awal pekan ini dari beberapa perangkap yang dikumpulkan dekat Birch Bay pada 14 Juli.

"Ini menggembirakan karena itu berarti kita tahu bahwa perangkap itu bekerja," kata Sven Spichiger, ahli entomologi untuk Departemen Pertanian Washington (WSDA).

"Tapi itu juga berarti kita memiliki pekerjaan yang harus dilakukan," lanjutnya.

Pekeraan itu termasuk mencari sarang menggunakan kamera inframerah dan memasang lebih banyak perangkap.

Departemen Pertanian Washington berencana untuk menyebarkan jebakan khusus yang akan menangkap mereka hidup sehingga dapat ditandai dan dilacak kembali ketika kembali ke koloni. Begitu, koloni ditemukan selanjutnya akan dihancurkan.

Para ilmuwan tidak yakin bagaimana lebah raksasa asli Asia ini bisa berada di negara bagian Washington. Di antara kemungkinannya adalah kapal peti kemas internasional, barang pesanan yang dikirim ke AS, dan pengunjung dari negara lain.

Pejabat pertanian negara bagian Washington meminta peternak lebah dan penduduk untuk lebih proaktif melaporkan penampakan lebah pembunuh tersebut. Sebab, pada Agustus dan September adalah saat lebah-lebah tersebut paling mungkin terlihat.

Editor : Arif Budiwinarto