Pakar Penerbangan Ini Klaim Temukan Posisi Pesawat Malaysia MH370 yang Hilang sejak 2014

Salsabila Nur Rizki ยท Senin, 06 Desember 2021 - 16:07:00 WIB
Pakar Penerbangan Ini Klaim Temukan Posisi Pesawat Malaysia MH370 yang Hilang sejak 2014
Pakar penerbangan Inggris Richard Godfrey mengklaim telah mendapatkan posisi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH370 (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id - Seorang pakar penerbangan dari Inggris mengklaim telah menemukan posisi pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia sejak Maret 2014. Musibah tersebut menjadi kecelakaan pesawat paling misterius dalam sejarah penerbangan dunia.

Tragedi pesawat MH370 yang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China, itu menewaskan 239 penumpang dan kru.

Richard Godfrey, pakar penerbangan Inggris yang mendalami kasus ini selama lebih dari setahun, mengatakan sepertinya berhasil menemukan lokasi kecelakaan MH370. Dia mengklaim pesawat Boeing 777 nahas itu jatuh di Samudera Hindia, persisnya sekitar 2.000 km dari Perth, Australia Barat.

Godfrey mengumpulkan semua data yang disimpan di domain terpisah untuk diselaraskan sehingga menemukan lokasi baru itu. Titik koordinat yang dihasilkan berdasarkan kalkulasi data adalah sekitar 33 derajat Utara dan 95 derajat Timur.

“Tidak ada yang pernah memikirkan ide untuk menggabungkan semua data, mulai dari data satelit, performa Boeing, oseanografi arah puing-puing mengambang, dan WSPR net,” ujarnya, dikutip dari BBC.

Dia dan timnya mencapai kemajuan selama setahun ini dan telah melakukan banyak tes untuk ide baru ini sehingga lebih percaya diri mengaplikasikannya dengan kecelakaan MH370.

Lebih dari 30 bongkahan puing pesawat MH370 tersapu ke pesisir pantai Afrika dan beberapa ke pulau di Samudera Hindia.

Godfrey sempat lolos dari maut juga dalam kecelakaan pesawat. Seharusnya dia menjadi penumpang pesawat Air France 447 rute Rio de Janeiro, Brasil menuju Paris, Prancis, pada 2009. Namun karena urusan pekerjaan, dia tak jadi ikut dalam penerbangan dan tetap di Brasil.

Pesawat yang seharusnya dia tumpangi tidak pernah mendarat di Paris setelah hilang dari radar di Samudera Atlantik. Peristiwa ini yang memicu ketertarikannya untuk menyelidiki kasus MH370.

Editor : Anton Suhartono

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: