Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Nyaris Tembus 100 Dolar AS per Barel
Advertisement . Scroll to see content

Pakta Pertahanan Makkah Bikin Sejumlah Negara Resah, Erdogan: Mereka Diam-Diam Menentang

Kamis, 10 September 2026 - 06:33:00 WIB
Pakta Pertahanan Makkah Bikin Sejumlah Negara Resah, Erdogan: Mereka Diam-Diam Menentang
Pakta Pertahanan Makkah yang mempertemukan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan ternyata membuat sejumlah negara tidak nyaman (Foto: SPA)
Advertisement . Scroll to see content

ANKARA, iNews.id - Pakta Pertahanan Makkah yang mempertemukan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan ternyata membuat sejumlah negara tidak nyaman. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan ada negara-negara yang secara diam-diam menyampaikan ketidakpuasan terhadap aliansi pertahanan baru tersebut.

Erdogan mengatakan hanya sedikit negara yang secara terbuka menentang pakta yang diteken di Kota Makkah, Arab Saudi, tersebut. Namun, di balik sikap terbuka yang relatif tenang, terdapat sejumlah negara yang disebut menyampaikan reaksi negatif secara diam-diam.

"Hanya sedikit negara yang secara terbuka menentang aliansi ini, tapi ada juga negara yang bereaksi secara diam-diam. Secara khusus, keseimbangan antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki membuat banyak pihak sulit untuk secara terbuka mengkritik aliansi ini," kata Erdogan, dikutip dari Sputnik.

Pernyataan tersebut menunjukkan, pembentukan aliansi tiga negara tersebut mendapat perhatian serius dari sejumlah pihak. Kombinasi kekuatan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan dinilai membuat pakta tersebut memiliki bobot strategis yang tidak mudah diabaikan.

Erdogan menegaskan Pakta Pertahanan Makkah dibentuk untuk memperkuat stabilitas dan keamanan di kawasan. Namun, keberadaan kerja sama pertahanan yang semakin erat itu berpotensi mengubah dinamika keamanan regional.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut