Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Muncul 'NATO' Baru di Timur Tengah? Ini Isi Pakta Pertahanan Makkah
Advertisement . Scroll to see content

Pakta Pertahanan Makkah Mirip NATO, Turki Ungkap Cara 3 Negara Balas Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:55:00 WIB
Pakta Pertahanan Makkah Mirip NATO, Turki Ungkap Cara 3 Negara Balas Serangan
Turki mengungkap cara kerja Pakta Pertahanan Makkah yang diteken dengan Arab Saudi dan Pakistan (Grafis: iNews.id/AI)
Advertisement . Scroll to see content

Pakta Pertahanan Bersama Makkah ditandatangani Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Kota Makkah pada Jumat pekan lalu.

Perjanjian tersebut menegaskan, serangan terhadap salah satu dari tiga negara akan dipandang sebagai serangan terhadap ketiganya. Meski demikian, Fidan menekankan pakta tersebut tidak menunjuk Iran ataupun negara tertentu lainnya sebagai musuh bersama.

"Tidak ada ancaman bersama yang kami catat," ujar Fidan.

Dia juga menegaskan, negara yang tidak menyerang salah satu penandatangan pakta tidak akan dianggap sebagai target.

Dibahas Hampir 3 Tahun

Fidan menegaskan pembentukan Pakta Pertahanan Makkah bukan keputusan mendadak yang muncul akibat ketegangan terbaru di kawasan, termasuk konflik yang melibatkan Iran.

Menurut dia, pembahasan mengenai perjanjian tersebut telah berlangsung selama 2 tahun 8 bulan.

Lamanya proses tersebut, kata Fidan, menunjukkan bahwa pakta tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang Turki, Arab Saudi, dan Pakistan untuk memperkuat hubungan pertahanan dan keamanan.

Dengan mekanisme tersebut, ketiga negara kini memiliki kerangka kerja sama yang memungkinkan mereka saling memberikan dukungan ketika salah satu menghadapi serangan. Namun, bentuk respons tetap bergantung pada permintaan negara yang diserang dan situasi yang dihadapi.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut