Panas Tak Tertahankan, Qatar Sampai Pasang Pendingin Udara di Trotoar dan Pasar
Bahaya akutnya lebih disebabkan oleh kelembaban. Ketika kelembaban sangat tinggi, penguapan dari kulit melambat atau berhenti.
"Jika udara panas dan lembab, dan kelembaban relatif mendekati 100 persen, Anda bisa mati karena panas yang Anda hasilkan sendiri," kata Jos Lelieveld, dari Institut Kimia Max Planck di Jerman.
Temperatur udara di Qatar meningkat lebih dari 2 derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri. Ini karena sifat perubahan iklim yang tidak merata dan lonjakan konstruksi yang turut mempengaruhi iklim di ibu kota Doha, menurut para ilmuwan.
Sebuah televisi Jerman melaporkan adanya ratusan kematian di kalangan pekerja asing di Qatar dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mendorong penerapan aturan baru terhadap pekerjaan di luar ruangan.
Pemerintah Qatar menyatakan Piala Dunia akan diselenggarakan dengan jejak karbon netral, dan baru-baru ini meluncurkan rencana untuk menanam sejuta pohon. Ide ini dikecam oleh seorang pakar dan dianggap "tidak realistis."
Kekhawatiran jika penggemar sepak bola yang berkunjung ke negara itu pingsan atau bahkan mati akibat udara panas mendorong Qatar menunda penyelenggaraan Piala Dunia selama lima bulan.
Editor: Nathania Riris Michico