Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dapatkah Pemanasan Global Diatasi lewat Perdagangan Karbon?
Advertisement . Scroll to see content

Panas Tak Tertahankan, Qatar Sampai Pasang Pendingin Udara di Trotoar dan Pasar

Minggu, 27 Oktober 2019 - 06:04:00 WIB
Panas Tak Tertahankan, Qatar Sampai Pasang Pendingin Udara di Trotoar dan Pasar
Ilustrasi suhu udara panas.
Advertisement . Scroll to see content

Bahaya akutnya lebih disebabkan oleh kelembaban. Ketika kelembaban sangat tinggi, penguapan dari kulit melambat atau berhenti.

"Jika udara panas dan lembab, dan kelembaban relatif mendekati 100 persen, Anda bisa mati karena panas yang Anda hasilkan sendiri," kata Jos Lelieveld, dari Institut Kimia Max Planck di Jerman.

Temperatur udara di Qatar meningkat lebih dari 2 derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri. Ini karena sifat perubahan iklim yang tidak merata dan lonjakan konstruksi yang turut mempengaruhi iklim di ibu kota Doha, menurut para ilmuwan.

Sebuah televisi Jerman melaporkan adanya ratusan kematian di kalangan pekerja asing di Qatar dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mendorong penerapan aturan baru terhadap pekerjaan di luar ruangan.

Pemerintah Qatar menyatakan Piala Dunia akan diselenggarakan dengan jejak karbon netral, dan baru-baru ini meluncurkan rencana untuk menanam sejuta pohon. Ide ini dikecam oleh seorang pakar dan dianggap "tidak realistis."

Kekhawatiran jika penggemar sepak bola yang berkunjung ke negara itu pingsan atau bahkan mati akibat udara panas mendorong Qatar menunda penyelenggaraan Piala Dunia selama lima bulan.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut