Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ngerinya Perang Yugoslavia, Sniper Tembaki Warga Bosnia hanya untuk Bersenang-Senang
Advertisement . Scroll to see content

Pandemi Virus Korona, Ketika Dokter di Italia Harus Memilih Pasien yang Dirawat atau Dibiarkan Meninggal

Senin, 16 Maret 2020 - 21:08:00 WIB
Pandemi Virus Korona, Ketika Dokter di Italia Harus Memilih Pasien yang Dirawat atau Dibiarkan Meninggal
Pegawai rumah sakit yang mengenakan masker dan perlengkapan perlindungan berbicara kepada pasien di tenda darurat yang didirikan di luar departemen kecelakaan dan darurat di Italia. (FOTO: Miguel MEDINA / AFP)
Advertisement . Scroll to see content

Wilayah Lombardy dan Veneto di utara hanya punya sekitar 1.800 ranjang di institusi pemerintah dan swasta.

Dr Stefano Magnone, yang bekerja di sebuah rumah sakit di Lombardy, mengatakan kepada BBC bahwa daya tampung mereka telah mencapai batas.

"Situasinya semakin buruk hari demi hari, karena kami telah mencapai batas tampung ranjang ICU serta bangsal biasa untuk merawat pasien-pasien positif virus korona," katanya.

"Di provinsi kami, kami kehabisan sumber daya, baik manusia maupun teknologi. Jadi kami menunggu ventilator baru, perangkat ventilasi non-invasif baru."

Awal pekan ini, kesaksian dari Dr Daniele Macchini, seorang dokter unit perawatan intensif di Bergamo, menjadi viral di Twitter.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut