Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KPK: 1 Tersangka Baru Kasus Korupsi Kuota Haji Ada di Arab Saudi
Advertisement . Scroll to see content

Pangeran Arab Saudi: Tak Ada Agen Asing Terlibat dalam Pembunuhan Raja Faisal

Rabu, 29 April 2020 - 14:37:00 WIB
Pangeran Arab Saudi: Tak Ada Agen Asing Terlibat dalam Pembunuhan Raja Faisal
Mantan kepala Badan Intelijen Umum Arab Saudi, Pengeran Turki al-Faisal. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

Mengenai motif pelaku di balik pembunuhan sang ayah, Pangeran Turki mengatakan sangat sulit untuk membedakan apakah aksi itu terkait dengan Raja Faisal sebagai pribadi atau kebijakannya selama memerintah. Ini karena dia melihat motif pelaku mencakup kedua-duanya.

Pangeran Turki ingat, sebelum pengangkatannya, sudah lazim di Arab Saudi untuk tidak mengumumkan nama kepala badan intelijen. Namun, ketika dia ditunjuk untuk memegang jabatan itu pada 1979, ada yang berbeda. “Pengangkatan saya diumumkan dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Istana Kerajaan dan diumumkan kepada publik melalui media,” tuturnya.

Potret Raja Faisal dari Arab Saudi yang diambil pada 1967. (Foto: AFP)
Potret Raja Faisal dari Arab Saudi yang diambil pada 1967. (Foto: AFP)

“Ketika saya mengambil alih kendali (jabatan kepala), saya melihat peraturan Badan Intelijen Umum yang terdiri dari satu halaman. Setelah mendapatkan persetujuan dari para penguasa, saya bekerja keras untuk menerapkan peraturan intelijen yang komprehensif untuk memastikan kelancaran fungsi serta untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan,” ucapnya.

Pangeran Turki menekankan, Arab Saudi menaati hukum syariah Islam. Sistem intelijen dan yurisdiksinya tidak mengizinkan pembunuhan siapa pun di bagian dunia mana pun. Di sisi lain, peran intelijen adalah untuk mengumpulkan informasi dan mencari sumber sebelum menyerahkannya kepada pejabat terkait.

Pangeran Turki mencatat, Raja Faisal semasa hidupnya ingin membujuk anggota oposisi Saudi yang tinggal di luar wilayah kerajaan untuk kembali ke negara mereka. “Kementerian Dalam Negeri, Badan Intelijen Umum, dan perwakilan raja memainkan peran mereka dalam membuat upaya Raja Faisal berhasil mengembalikan sebagian dari mereka (para oposisi) ke negara ini,” ujarnya.

Pangeran Turki pun membantah tuduhan yang menyebut organisasi teroris al-Qaeda di Afghanistan adalah ciptaan intelijen Arab Saudi dan Amerika Serikat. Dia menyatakan, peran intelijen di Afghanistan adalah untuk mendukung upaya para mujahid (pejuang) melawan invasi Uni Soviet kala itu. Para intelijen di Afghanistan juga berusaha mencegah perluasan invasi raksasa komunis itu ke Pakistan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut