Pangeran Arab Saudi Ungkap Kesalahan Para Pemimpin Palestina
"Kita semua tahu apa yang terjadi pada Hitler dan Jerman. Dia (Amin) diakui oleh Jerman, Hitler, dan Nazi, karena berdiri bersama mereka melawan sekutu ketika stasiun radio Berlin menyiarkan rekamannya dalam bahasa Arab. Tapi hanya itu yang dia dapat, tidak ada gunanya bagi kepentingan Palestina," tuturnya.
Dia juga berbicara tentang mantan Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Yasser Arafat yang mendukung Saddam Hussein pada 1990, setelah pemimpin Irak itu menyerbu Kuwait.
“Bangsa Arab diduduki dan Kuwait, bersama negara-negara Teluk lain, selalu menyambut rakyat Palestina dengan tangan terbuka dan menjadi rumah bagi para pemimpin Palestina. Namun kita melihat Abu Ammar (panggilan Yasser Arafat) memeluk Saddam di Baghdad dan tertawa serta bercanda dengannya saat dia mengucapkan selamat atas apa yang telah terjadi. Ini menyakitkan bagi semua orang di Teluk, terutama saudara-saudari dari Kuwait," kata Bandar.
Beberapa bulan kemudian, lanjut dia, pertempuran untuk membebaskan Kuwait dimulai. Namun Saddam Hussein menyerang ibu kota Arab Saudi menggunakan rudal.
Bandar menegaskan, itu merupakan pertama kalinya seseorang meluncurkan rudal ke ibu kota Saudi.