Pangeran Arab Saudi Ungkap Kesalahan Para Pemimpin Palestina

Anton Suhartono ยท Rabu, 07 Oktober 2020 - 08:05 WIB
Pangeran Arab Saudi Ungkap Kesalahan Para Pemimpin Palestina

Pangeran Bandar bin Sultan bin Abdulaziz (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.id - Anggota senior keluarga kerajaan Arab Saudi Pangeran Bandar bin Sultan bin Abdulaziz mengungkap beberapa kesalahan para pemimpin Palestina. Mereka selama bertahun-tahun mendukung kepemimpinan dunia yang salah, sehingga harus membayar dengan harga mahal.

Pangeran Bandar menyebut salah satu pemimpin Palestina yang melakukan kesalahan adalah Amin Al Husseini yang pada 1930-an mengunjungi Adolf Hitler di Jerman.

Al Husseini merupakan mufti Yerusalem saat itu. Dia terbang mengunjungi Hitler di Berlin pada 1941. Rekaman arsip mengungkap, dia memberikan penghormatan ala Nazi.

“Ada juga kesamaan yang dimiliki oleh kepemimpinan Palestina berturut-turut secara historis. Mereka selalu berada di pihak yang kalah dan ada harga (yang harus dibayar)," kata Pangeran Bandar, dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Arabiya.

Mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS) itu menambahkan, sebelum berkunjung ke Jerman, Amin Al Husseini pada 1930-an menyatakan dukungan kepada Nazi Jerman.

"Kita semua tahu apa yang terjadi pada Hitler dan Jerman. Dia (Amin) diakui oleh Jerman, Hitler, dan Nazi, karena berdiri bersama mereka melawan sekutu ketika stasiun radio Berlin menyiarkan rekamannya dalam bahasa Arab. Tapi hanya itu yang dia dapat, tidak ada gunanya bagi kepentingan Palestina," tuturnya.

Dia juga berbicara tentang mantan Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Yasser Arafat yang mendukung Saddam Hussein pada 1990, setelah pemimpin Irak itu menyerbu Kuwait.

“Bangsa Arab diduduki dan Kuwait, bersama negara-negara Teluk lain, selalu menyambut rakyat Palestina dengan tangan terbuka dan menjadi rumah bagi para pemimpin Palestina. Namun kita melihat Abu Ammar (panggilan Yasser Arafat) memeluk Saddam di Baghdad dan tertawa serta bercanda dengannya saat dia mengucapkan selamat atas apa yang telah terjadi. Ini menyakitkan bagi semua orang di Teluk, terutama saudara-saudari dari Kuwait," kata Bandar.

Editor : Anton Suhartono

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua