Parlemen Hong Kong Bahas RUU Kontroversial Lagu Kebangsaan China, Aktivis Gerah

Anton Suhartono ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 12:00 WIB
Parlemen Hong Kong Bahas RUU Kontroversial Lagu Kebangsaan China, Aktivis Gerah

Polisi Hong Kong menjaga gedung parlemen terkait pembahasan RUU lagu kebangsaan China (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - Palemen Hong Kong membahas rancangan undang-undang (RUU) kontroversial mengenai lagu kebangsaan China, Rabu (27/5/2020).

Mereka yang menyalahgunakan atau mengkriminalisasi lagu kebangsaan akan dihukum seperti diberlakukan di China daratan, jika disahkan.

Ini merupakan pembahasan kedua, sebuah upaya dari para legislator untuk mempercepat prosesnya. Tentu saja RUU ini ditolak aktivis dan massa prodemokrasi yang sejak pagi membarikade jalan dan angkutan transportasi.

RUU lagu kebangsaan semakin memperuncing konflik pemerintah dengan para aktivis yang menentang campur tangan China lebih jauh di wilayah itu.

Jika disahkan, mereka yang menyalahgunakan dan mengkriminalisasi, termasuk melecehkan dan menghina akan dipenjara maksimal 3 tahun dan/atau denda hingga 50.000 dolar Hong Kong atau sekitar Rp94 juta, seperti dikutip dari Reuters.

RUU tersebut menyatakan, semua individu dan organisasi harus menghormati dan menghargai lagu kebangsaan serta memainkan dan menyanyikannya pada kesempatan yang tepat.

Seluruh siswa sekolah dasar dan menengah harus diajarkan untuk menyanyikannya, beserta sejarah dan etikanya.

Pembahasan RUU ini tak lepas dari serangakaian aksi pelecehan lagu kebangsaan China di beberapa kesempatan demonstrasi massa prodemokrasi sejak tahun lalu, termasuk pertandingan sepak bola.

Para aktivis dan politisi pro-demokrasi menilai RUU itu merupakan sinyal terbaru dari upaya percepatan interferensi China ke wilayah bekas jajahan Inggris itu.

Inggris menyerahkan Hong Kong kapada China pada 1997 dengan jaminan bahwa kebebasan dan pola hidup dilindungi di bawah formula ‘satu negara, dua sistem’.

Editor : Anton Suhartono