"Hal yang kami rasakan adalah tidak ada yang berusaha apa pun untuk (membebaskan) kami. Faktanya adalah saya berada di tempat persembunyian yang diserang dan kami harus dibawa keluar dalam keadaan terluka. Itu belum termasuk helikopter yang menembaki kami dalam perjalanan ke Gaza," ujar sandera perempuan itu.
Pertemuan itu juga menyinggung kekecewaan para mantan sandera yang dibebaskan Hamas saat bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Mereka mengungkapkan ketidakpuasan terhadap Netanyahu akibat serangan udara Israel di Gaza.
Mantan sandera lainnya mengungkapkan hal senada. Dia mengaku justru lebih aman dalam penahanan Hamas.
“Kami berada di terowongan, takut bukan kepada Hamas, tapi Israel, yang akan membunuh kami. Kemudian mereka akan mengatakan Hamas yang membunuh Anda," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku