Pasukan Elite Madagaskar Gabung Demonstran Gen Z Gulingkan Presiden Rajoelina
Rajoelina Terancam Digulingkan
Istana kepresidenan segera menuduh adanya upaya kudeta militer terhadap pemerintahan sah.
“Upaya perebutan kekuasaan secara ilegal dan paksa sedang berlangsung,” bunyi pernyataan resmi dari istana.
Di sisi lain, Jenderal Pikulas menilai bahwa situasi di Madagaskar telah keluar dari kendali.
“Peristiwa beberapa hari terakhir tidak bisa diprediksi. Tentara memiliki tanggung jawab untuk memulihkan ketenangan dan perdamaian di seluruh negeri,” ujarnya.
Dalam pidatonya di hadapan pasukan, CAPSAT menyerukan agar seluruh anggota militer tidak lagi mematuhi perintah Presiden Rajoelina dan justru berpihak kepada rakyat.
“Jangan patuhi perintah atasan kalian. Arahkan senjata kepada mereka yang memerintahkan kalian untuk menembak rekan seperjuangan, karena mereka tidak akan mengurus keluarga kita jika kita mati,” ujar salah satu komandan CAPSAT dalam seruan terbuka.
Deja Vu Kudeta 2009
Langkah pasukan elite CAPSAT menentang presiden menciptakan déjà vu sejarah. Unit yang sama juga menjadi aktor kunci dalam kudeta 2009 yang justru mengantarkan Andry Rajoelina ke tampuk kekuasaan saat itu. Kini, 16 tahun kemudian, pasukan yang dahulu membantunya justru berbalik menggulingkannya.
Situasi politik Madagaskar masih tegang. Belum ada kejelasan mengenai posisi Rajoelina, sementara ribuan warga tetap bertahan di jalan-jalan ibu kota, meneriakkan tuntutan: “Rakyat berdaulat, bukan penguasa!”
Editor: Anton Suhartono