Patung Merlion di Pulau Sentosa Singapura Akan Dihancurkan, Ini Alasannya

Anton Suhartono ยท Sabtu, 21 September 2019 - 17:46 WIB
Patung Merlion di Pulau Sentosa Singapura Akan Dihancurkan, Ini Alasannya

Patung Merlion di Pulau Senotosa akan dihancurkan (Foto: SDC)

SINGAPURA, iNews.id - Bagi pelancong ke Singapura jangan heran jika Anda tak akan mendapati patung Merlion yang berada di Pulau Sentosa. Pasalnya, otoritas akan menghancurkan patung tertinggi di Singapura itu pada akhir tahun.

Ada beberapa patung Merlion di Singapura. Selain di Pulau Sentosa, ada pula di Marina Bay yang merupakan ikon dan kerap dijadikan lokasi swafoto para pelancong.

Alasan Merlion Pulau Sentosa dihancurkan, Singapura akan membangun akses yang menghubungkan pantai utara dan selatan, dan lokasinya memakan area tempat patung berdiri.

Ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Pemerintah Singapura untuk mengubah tampilan pulau resor dan Pulau Brani di dekatnya menjadi tujuan wisata dan rekreasi yang lebih memesona.

Penghancuran patung setinggi 37 meter yang terletak di jantung Pulau Sentosa itu akan dimulai pada akhir 2019, sejalan dengan dimulainya proyek Sentosa Sensoryscape yang menelan biaya 90 juta dolar Singapura atau sekitar Rp908 miliar.

Akses penghubung pantai utara dan selatan akan memakan lahan seukuran 5,5 kali lapangan sepak bola atau 30.000 meter persegi. Bentuknya adalah jalan raya dua tingkat yang menghubungkan Resorts World Sentosa (RWS) yang menghadap ke daratan dengan pantai-pantai di selatan. Akses ini akan menggantikan jalan setapak yang ada.

(Pulau Sentosa/AFP)

Pembangunan proyek diperkirakan selesai pada 2022. Ini akan menandai tonggak pertama cetak biru revitalisasi kedua pulau, yang akan dibangun secara bertahap selama 20 hingga 30 tahun mendatang.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengungkap Rencana Induk Sentosa-Brani dalam pidatonya memperingati Hari Kemerdekaan Singapura pada bulan lalu. Namun detail rencana pembangunannya baru disampaikan oleh Sentosa Development Corporation (SDC) dalam jumpa pers di Pulau Sentosa, Jumat (20/9/2019).

Menurut SDC, kedua pulau akan dibagi menjadi lima zona, mengambil karakter lebih santai dan jauh dari perkotaan.

Zona Vibrant Cluster akan membentang di kedua pulau dan dilengkapi dengan atraksi berskala besar. Island Heart akan menampilkan hotel, ruang konferensi, restoran, serta gerai ritel. Sedangkan zona Waterfront di Pulau Brani akan diisi oleh Discovery Park.

Zona Ridgeline akan menghubungkan ruang hijau dari Gunung Faber ke Gunung Imbiah, menampilkan atraksi alam dan warisan budaya. Sementara pantai Sentosa akan diremajakan dengan menampilkan pertunjukan air, arena bermain, serta objek wisata lain di zona Beachfront.

Pulau Brani dengan luas 1,22 kilometer persegi atau sekitar seperempat ukuran Pulau Sentosa saat ini dijadikan terminal pelabuhan. Terminal itu nantinya akan dipindah ke Tuas pada 2027, bersama dengan terminal di Keppel dan Tanjong Pagar.

CEO SDC Quek Swee Kuan mengatakan, pulau-pulau tersebut akan dihubungkan dan terintegrasi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pengunjung.

Sementara itu patung Merlion terakhir akan dibuka untuk umum pada 20 Oktober. Empat restoran dan toko di sekitarnya akan ditutup mulai 21 Oktober. Penghancuran patung Merlion akan dilakukan bergantung pada dimulainya pekerjaan proyek.

Menurut Quek, Pulau Sentosa sukses merebut hati para turis. Sejak dibangun pada 1995, jumlah pengunjung pulau itu antara 4 juta sampai 6 juta per tahun. Sementara pada 2018, jumlahnya meroket menjadi lebih dari 19 juta.

Singapura, lanjut dia, harus melakukan sesuatu untuk menampung pengunjung yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dibutuhkan akses jalan lebih luas, dan Sensoryscape akan menggandakan kapasitas pejalan kaki dibandingkan dengan saat ini.

"Kami tidak akan merelokasi patung Merlion karena ukurannya (sangat besar), tapi kami sedang mempertimbangkan cara untuk mengenangnya," kata Quek, seraya menambahkan pihaknya mempertimbangkan untuk membuat ikon baru untuk Pulau Sentosa.

Editor : Anton Suhartono