PBB: Akibat Blokade Israel, Jalur Gaza Bakal Tak Layak Huni pada 2020

Nathania Riris Michico · Jumat, 14 September 2018 - 10:06:00 WIB
PBB: Akibat Blokade Israel, Jalur Gaza Bakal Tak Layak Huni pada 2020
Anak-anak dan warga Palestina antri untuk mendapatkan air bersih di Khan Younis, Jalur Gaza Selatan. (Foto: Reuters)

JENEWA, iNews.id - Laporan Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menunjukkan, blokade selama 10 tahun oleh Israel terhadap jalur Gaza membuat tidak mungkin bagi penduduk Palestina di sana membangun ekonomi mereka.

Organisasi PBB tersebut mengingatkan, wilayah kecil itu dalam waktu tidak lama bisa menjadi tidak layak dihuni manusia pada 2020, jika keadaan saat ini tidak diatasi.

Laporan menyebutkan, pengangguran di wilayah Palestina yang diduduki itu mencapai 27 persen atau tetinggi di dunia. Yang paling terdampak merupakan kelompok perempuan dan orang muda.

Kordinator UNCTAD untuk bantuan kepada bangsa Palestina, Mahmoud Elkhafif, mengatakan yang paling terpukul oleh situasi ekonomi yang memburuk itu adalah sektor pertanian.

"Ada studi yang menunjukkan sektor pertanian di Gaza merosot antara 35 dan 45 persen. Sebagaimana diketahui, sektor pertanian merupakan bantal perekonomian yang pada dasarnya menyerap pengangguran. Bayangkan dampaknya," tukas Elkhafif.

Pudarnya harapan akan pertumbuhan di Gaza dan Tepi Barat, menurut laporan, sebagian besar akibat larangan perjalanan yang diberlakukan Israel, yang membuat kesulitan luar biasa bagi warga Palestina bekerja di Israel, sementara bantuan dari negara donor sangat berkurang.

Laporan mengingatkan, kondisi kehidupan di Gaza terus memburuk. Krisis tenaga listrik di sana semakin parah, setiap rumah tangga hanya mendapat aliran listrik dua jam sehari. Hanya 10 persen penduduk yang punya akses ke air bersih yang cukup.

Untuk menjamin dicapai kebangkitan yang bersinambung, para penyusun laporan mengatakan Israel mesti mencabut blokade sepenuhnya dan perekonomian Gaza serta Tepi Barat mesti disatukan kembali.

UNCTAD menyatakan perekonomian wilayah itu bisa tumbuh sampai 10 persen hanya dengan menyingkirkan semua bentuk larangan yang dikenakan Israel terhadap perdagangan dan investasi di Palestina.

Editor : Nathania Riris Michico

Bagikan Artikel: