PBB: Kondisi di Myanmar Tak Aman untuk Pemulangan Pengungsi Rohingya
JENEWA, iNews.id - Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) menentang kesepakatan baru antara Myanmar dan Bangladesh untuk mulai memulangkan ribuan pengungsi Rohingya dalam beberapa pekan mendatang.
Menurut UNHCR, kondisi tidak kondusif bagi pengungsi untuk pulang dengan aman dan bermartabat ke negara yang mereka tinggalkan lebih dari setahun lalu guna menghindari penganiayaan dan kekerasan.
Keputusan untuk memulai operasi repatriasi pertengahan November diambil sekitar sepekan setelah penyelidik PBB memperingatkan genosida yang sedang berlangsung di Myanmar.
Bangladesh dilaporkan menyerahkan ke Myanmar nama-nama lebih dari 5.000 pengungsi Rohingya yang telah diproses untuk dipulangkan.
Juru bicara UNHCR Andrej Mahecic mengatakan, Myanmar dilaporkan menyetujui daftar itu.
Dia mengatakan, otoritas Bangladesh harus memberi-tahu pengungsi tentang hal itu dan pengungsi harus diajak berbicara apakah mereka mau dipulangkan ke Myanmar atau tidak.