PBB: Terlalu Cepat Mengirim Pengungsi Rohingya Kembali ke Myanmar
Rabu, 07 November 2018 - 10:12:00 WIB
Selain itu, Lee tidak melihat bukti apa pun dari Pemerintah Myanmar untuk menciptakan lingkungan yang aman dengan jaminan terhadap etnis Rohingya di Rakhine.
"Myanmar gagal memberikan jaminan bahwa mereka (warga Rohingya) tidak akan mengalami penganiayaan dan kekerasan mengerikan yang sama sekali lagi," kata Lee, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (7/11/2018).
Menurut Lee, akar penyebab krisis harus ditangani terlebih dahulu, termasuk hak untuk kewarganegaraan dan bebas bergerak.
Myanmar tidak menganggap Rohingya sebagai kelompok etnis pribumi. Negara dengan mayoritas Budha itu menyebut Rohingya “Bengali”, yang mengisyaratkan mereka berasal dari Bangladesh.
Editor: Nathania Riris Michico