Pedofil Inggris yang Cabuli Ratusan Anak Termasuk di Asia Tenggara Tewas Ditikam di Penjara

Anton Suhartono ยท Selasa, 15 Oktober 2019 - 11:35 WIB
Pedofil Inggris yang Cabuli Ratusan Anak Termasuk di Asia Tenggara Tewas Ditikam di Penjara

Richard Huckle (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Richard Huckle, predator seks atau pedofil asal Inggris yang telah mencabuli ratusan anak di Asia Tenggara dan negara lain tewas ditikam di penjara Full Sutton, dekat York, Senin (14/10/2019).

Kepolisian Humberside menyatakan, narapidana lain menyerang ke sel Huckle lalu menikamnya hingga tewas di lokasi. Otoritas penjara menolak berkomentar sehingga belum diketahui motif penyerangan tersebut.

Baca Juga: Predator Seks Australia Cabuli 47 Anak di Bawah Umur Termasuk Bocah Indonesia

Pria 33 tahun itu divonis 22 hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan pada Juni 2016 terkait pencabulan anak yang dilakukannya saat bekerja, termasuk di Asia Tenggara. Dalam persidangan, dia mengakui 71 tuduhan pencabulan terhadap anak berusia antara 6 bulan sampai 12 tahun.

Kementerian Kehakiman menyatakan kematian Hucke dikategorikan sebagai mencurigakan, sehingga polisi menyelidiki kasus ini.

Huckle yang bekerja sebagai fotografer lepas dan mengajar bahasa Inggris serta di komunitas Kristen di Asia Tenggara diketahui mencabuli hingga 200 anak. Sebagian besar korbannya merupakan anak dari keluarga miskin di Malaysia.

"Sangat jarang, seorang hakim menghukum satu orang pelaku pelecehan seksual untuk skala (korban) seperti ini," Peter Rook, hakim yang memimpin persidangan pada 2016, dikutip dari BBC, saat itu.

Baca Juga: Di Australia, Pelaku Pedofilia Terancam Tak Bisa ke Luar Negeri

Hakim juga mengungkap buku setebal 60 halaman yang ditulis Huckle berjudul 'Pedophiles and Poverty: Child Lover Guide' sebagai dokumen berisi kejahatan.

Sebelum ditangkap di Bandara Gatwick, London, pada 2014, Huckle menulis keinginan seksualnya di sebuah blog. Dia berharap bisa menikahi seorang anak perempuan yang dikenalnya sejak usia 7 tahun. Menurut laporan media lokal, anak perempuan itu merupakan salah satu korbannya.

Setelah penangkapan Huckle, pihak berwenang menemukan lebih dari 20.000 foto dan video anak-anak dalam pose tidak senonoh, beberapa di antaranya direkam saat Huckle mencabuli mereka.

Mereka juga menemukan 'Pedopoints Ledger', sebuah game di mana dia mencabuli beberapa anak-anak dan mendapatkan poin dari tindakannya itu.


Editor : Anton Suhartono