Pejabat AS Jadi Target Penculikan, Pelaku Siapkan Bahan Peledak
MICHIGAN, iNews.id - Polisi negara bagian Michigan berhasil mengungkap dan menangkap 13 orang pria yang diduga berencana melakukan penculikan pada Gubernur Negara Bagian Michigan dari Partai Demokrat, Gretchen Whitmer. Para terduga pelaku merupakan anggota organisasi sayap kanan.
Andrew Birge, pengacara Amerika Serikat untuk distrik barat Michigan, mengatakan enam pria menghadapi dakwaan federal karena berkonspirasi menculik Gubernur Whitmer dari rumah peristirahatannya.
Birge mengatakan mereka telah melakukan pengintaian situasi rumah peristirahatan Whitmer. Bahkan, kelompok itu telah menguji alat peledak improvisasi yang akan digunakan untuk mengalihkan polisi dari kediaman target.
Sayang, aksi mereka tak sempat terlaksana karena terlebih dahulu dibongkar agen FBI dan polisi Michigan pada Rabu (7/10/2020). Mereka digerebek saat "mengumpulkan dana untuk membeli bahan peledan dan bertukar peralatan taktis."
Gubernur Whitemer berterima kasih kepada penegak hukum berhasil menggagalkan rencana penculikan. Dia juga mengutuk Presiden Donald Trump yang dianggap terlalu lemah terhadap kelompok-kelompok pembenci.
Jaksa Agung Michigan, Dana Nissel, menggambarkan konspirasi untuk menculik Whitmer sebagai "ancaman serius dan harus dipertanggungjawabkan."
Sampai berita ini diturunkan FBI dan polisi masih memeriksa para terduga pelaku, termasuk dua orang anggota kelompok sayap kanan, untuk mengetahui motif rencana penculikan yang mereka rancang.
Whitmer berulang kali diserang oleh Trump terkait kebijakannya melakukan lockdown guna menekan penyebaran Covid-19 di negara bagian Michigan. Bukan cuma Trump, kebijakan gubernur 49 tahun juga dikecam kelompok-kelompok sayap kanan bersenjata di ibu kota Lansing.
"Saat saya diambil sumpah pada 22 bulan lalu, saya tahu ini akan sulit," kata Whitmer dikutip AFP, Jumat (9/10/2020).
Whitmer yang sempat maju sebagai kandidat capres AS dari Partai Demokrat menegaskan kebijakan lockdown di Michigan bukan upaya menentang pemerintah Amerika Serikat.
Sebaliknya, langkah tersebut diambil sebagai upaya membantu pemerintah pusat mengurangi penularan Covid-19.
"Jujur saja, saya tidak pernah membayangkan hal seperti ini."
"Tak satupun dari kami menghadapi tantangan seperti Covid-19. Kami bukan musuh satu sama lain. Virus ini adalah musuh kami," lanjutnya.
Mengenai Trump, Whitmer menyayangkan sikap presiden yang menolak mengutuk supremasi kulit putih dan kelompok-kelompok sayap kanan yang diduga menargetkan dirinya,
"Kelompok-kelompok pembenci mendengar kata-kata presiden bukan sebagai teguran, tetapi sebagai sebuah seruan untuk bertindak."
"Ketika pemimpin mendorong atau bersahabat dengan teroris domestik, mereka melegitimasi tindakan, mereka terlibat," pungkasnya.
Editor: Arif Budiwinarto