Pekerja Migran Indonesia Kritis di Arab Saudi, Diduga Dianiaya Majikan

Okezone, Arif Budiwinarto ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 07:58 WIB
 Pekerja Migran Indonesia Kritis di Arab Saudi, Diduga Dianiaya Majikan

Ilustrasi tindakan kekerasan (foto: ist)

JEDDAH, iNews.id - Pekerja migran asal Indonesia, Sulasih binti Sukiran Sadli, diduga menjadi korban kekerasan di Arab Saudi. Saat ini, Sulasih tengah dirawat di rumah sakit akibat menderita sejumlah luka.

Kabar tersebut diketahui dari anak Sulasih bernama Anggi. Dia telah meminta bantuan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) di kota tersebut.

Pejabat KJRI Jeddah, Muhammad Yusuf, mendapat laporan bahwa pekerja migran yang berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah, kondisinya tidak sadarkan diri di rumah sakit.

"Berdasarkan keterangan Anggi, kondisi Sulasih penuh luka, kepala sepertinya dibenturkan dengan benda keras, telinga bengkak dan kedua tangannya ada bekas strika," kata juru bicara SBMI Jeddah, Roland Kamal, dikutip dari Okezone, Selasa (14/7/2020).

SBMI sudah menyampaikan permintaan anak Sulasih agar KJRI Jeddah memberikan perlindungan agar ibunya mendapat perawatan serta bisa dipulangkan setelah hak-haknya terpenuhi sebagai korban.

Roland memastikan Sulasih yang masuk ke Saudi pada November 2019 bukan sebagai tenaga kerja akan tetapi dengan visa ziarah. Kata Roland, jika memang Sulasih masuk dengan visa ziarah, maka ini adalah pelanggaran, dan pelakunya harus bertanggung jawab.

Sejak 2011, pemerintah Indonesia telah menghentikan pengiriman tenaga kerja migran, namun masih ada pekerja migran yang masuk dengan sejumlah cara.

"Kerja baru dua bulan sudah dapat perlakuan tidak enak dari majikan wanita, di waktu itu ibu Sulasih masih pegang telepon seluler, selang satu bulan sudah hilang kontak dengan keluarga, dan baru menghubungi keluarga lebaran hari pertama. Itu pun didampingi majikan perempuannya dan waktu dibatasi, sampai ada kabar ini," kata Roland mengutip informasi dari Anggi, anak Sulasih.

Dalam undang-undang tentang tindakan pemberantasan perdagangan orang disebutkan pelaku tindak pidana ini bisa dihukum penjara maksimal 15 tahun penjara serta denda Rp600 juta.

Sementara itu, Ketua SBMI Jeddah, Suib Darwanto mengatakan, pejabat KJRI, Muhammad Yusuf, membenarkan kasus ini dan KJRI sudah mengambil langkah agar Sulasih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Editor : Arif Budiwinarto