Pembangkit Listrik Satu-satunya Dipadamkan, Rakyat Gaza Kian Tercekik

Ahmad Islamy Jamil ยท Rabu, 19 Agustus 2020 - 06:14:00 WIB
Pembangkit Listrik Satu-satunya Dipadamkan, Rakyat Gaza Kian Tercekik
Israel menyerang Kota Gaza, Palestina, kemarin. (Foto: AFP)

GAZA CITY, iNews.id - Satu-satunya pembangkit listrik di Gaza dimatikan pada Selasa (18/8/2020) kemarin. Keputusan tersebut diberlakukan kurang dari sepekan setelah Israel menangguhkan pengiriman bahan bakar ke wilayah kantung di Palestina itu untuk membalas aksi pengiriman balon pembakar yang disebut-sebut berasal dari Hamas

Gaza, yang dikuasai kelompok Hamas, menggantungkan sebagian besar kebutuhan energi pada pasokan dari Israel. Sebanyak 2 juta penduduk Gaza saat ini terpaksa hanya mendapat aliran listrik selama enam jam saja, setelah 10 jam pemangkasan. 

"Aliran listrik mungkin akan dikurangi lagi menjadi hanya empat jam (per hari)," kata seorang pejabat perusahaan distributor listrik utama Gaza, Mohammad Thabet, Selasa (18/8/2020). 

Rumah-rumah dan tempat usaha di Gaza kemudian mengandalkan generator untuk menambah aliran listrik mereka usai pemangkasan dilakukan, sehingga menambah pula tekanan finansial bagi masyarakat setempat yang kebanyakan berada di bawah garis kemiskinan. Otoritas Gaza menyebutkan, penutupan pembangkit listrik akan menyebabkan gangguan pada fasilitas vital seperti rumah sakit. 

Israel memutuskan untuk menyetop pengiriman bahan bakar menyusul penerbangan puluhan balon helium yang membawa material pembakar dari Gaza dalam beberapa hari terakhir yang kemudian membakar area ladang Israel. Dari pandangan politik, balon pembakar tersebut dianggap sebagai upaya menekan Israel agar melonggarkan blokade serta mengizinkan lebih banyak investasi dari negara Arab dan internasional. 

Pandangan lain menyebutkan, balon-balon itu menjadi bagian dari usaha untuk membujuk Qatar agar meningkatkan bantuan tunai kepada Hamas. Ini seiring dengan upaya negara-negara Teluk untuk menurunkan ketegangan di perbatasan Gaza. 

Mediator Mesir pada Senin (17/8/2020) lalu menggelar pertemuan dengan otoritas Israel dan Gaza untuk mengembalikan ketenangan pada kedua belah pihak. Israel pada saat yang sama juga merespons pengiriman balon dengan melancarkan sejumlah serangan udara melawan Hamas dan kelompok lain, dengan menyebut bahwa pihaknya tidak akan menoleransi hal itu. 

Sementara, sebagai langkah antisipasi serangan Israel, Hamas secara rutin mengevakuasi para petugas di pos penjagaan luar. Ketegangan yang meningkat ini juga membuat Israel menutup satu-satunya perbatasan komersial dengan Gaza serta melarang akses di laut yang secara efektif mematikan sektor perikanan tangkap Palestina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil