Pembantaian Muslim Rohingya, Facebook Serahkan Data Pejabat Militer Myanmar ke PBB

Anton Suhartono ยท Rabu, 26 Agustus 2020 - 11:22:00 WIB
Pembantaian Muslim Rohingya, Facebook Serahkan Data Pejabat Militer Myanmar ke PBB
Facebook akhirnya menyerahkan data akun dan laman militer Myanmar terkait penyelidikan dugaan kejahatan internasional terhadap muslim Rohingya (Foto: AFP)

JENEWA, iNews.id - Facebook akhirnya memberikan data akun serta laman milik pejabat militer Myanmar ke PBB terkait penyelidikan kasus dugaan kejahatan internasional soal pembantaian muslim Rohingya.

Data itu diserahkan setelah PBB mengatakan Facebook menahan informasi yang dapat menjadi bukti penyelidikan.

Juru bicara Facebook mengatakan telah memberikan data itu ke Mekanisme Penyelidikan Independen untuk Myanmar (IIMM), badan independen yang diutus PBB untuk menyelidiki dugaan kejahatan internasional di Myanamr.

Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB membentuk IMM pada 2018 untuk mengumpulkan bukti terkait dugaan kejahatan internasional di Myanmar.

Data-data itu didapat dari akun pejabat militer Myanmar maupun yang terkait dan telah dihapus sejak 2018, untuk menghentikan beredarnya ujaran kebencian terhadap muslim Rohingya.

Sayangnya Facebook enggan membeberkan isi data yang diserahkan kepada IMM tersebut.

Perusahaan platform media sosial itu berkomitmen akan terus berkoordinasi dengan IMM dan menyediakan informasi yang sesuai terkait penyelidikan dugaan kejahatan internasional di Myanmar.

Penyelidik IMM mengatakan Facebook turut berperan menyebarkan ujaran kebencian yang memicu kekerasan terhadap Rohingya. Facebook pada 2018 telah menghapus 18 akun dan 52 laman yang terhubung dengan militer Myanmar, termasuk laman pejabat.

Meskipun akun dan laman dihapus, Facebook masih menyimpan data-data terkait.

Kepala IMM mengatakan Facebook belum menyerahkan data-data ke PBB, meskipun perusahaan itu berjanji akan bekerja sama. Namun pada Selasa dia mengonfirmasi telah menerima kelompok data pertama, meskipun hanya memenuhi sebagian permintaan.

“Saya berharap langkah ini berlanjut pada sikap kooperatif sehingga kami dapat mengakses bukti kejahatan internasional serius yang penting dan relevan,” kata kepala IMM, dikutip dari Reuters, Rabu (26/8/2020).

Pengadilan Internasional (ICJ) di Den Haag, Belanda, menggelar sidang dugaan pelanggaran genosida oleh Myanmar yang diajukan Gambia mewakili negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam pada akhir tahun lalu.

Namun Pemerintah Myanmar yang diwakili langsung pemimpin Aung San Suu Kyi menyangkal tuduhan genosida, namun mengakui tentara melakukan tindakan berlebihan.

Facebook sebelumnya menolak permintaan Gambia untuk memberikan data komunikasi dan posting-an anggota militer serta kepolisian Myanmar.

Editor : Anton Suhartono