Pemimpin Kelompok Islam dan Yahudi Bertemu Secara Rahasia di Skotlandia, Ada Apa?
"Para pemimpin merasa terhormat bisa menyerahkan salinan perjanjian tersebut kepada yang mulia raja di Istana Buckingham, menggarisbawahi signifikansi nasional dan sosial yang mendalam," bunyi pernyataan bersama tokoh agama Islam dan Yahudi, seperti dikutip dari Arab News, Kamis (13/2/2025).
Dokumen itu di antaranya berisi komitmen kedua pihak yang dibangun atas dasar saling menghormati, dialog, dan kolaborasi antara Muslim dan Yahudi Inggris. Kesepakatan juga menyoroti warisan spiritual bersama dari kedua agama. Kedua komunitas juga berkomitmen untuk bekerja sama dalam inisiatif praktis mendukung kelompok masyarakat paling rentan.
“Awalnya orang-orang gugup saat masuk dan melihat kastil besar, membuat Anda tercengang. Tapi dalam waktu 1,5 jam semua orang menjadi sahabat karib, bercanda, berbicara tentang keluarga masing-masing, membahas berbagai isu dan masalah,” kata Razawi.
Meski inisiatif ini datang dari tokoh Syiah, perwakilan dari Sunni juga hadir. Selain itu pegawai pemerintah serta perwakilan kelompok masyarakat juga hadir dalam pertemuan itu.
Ephraim Mirvis, kepala rabi dari United Hebrew Congregations of the Commonwealth, juga memainkan peran penting.