Peneliti Temukan Perpustakaan Digital Terbesar Milik ISIS Berisi Puluhan Ribu Dokumen Aksi Terorisme

Arif Budiwinarto ยท Jumat, 04 September 2020 - 09:01 WIB
Peneliti Temukan Perpustakaan Digital Terbesar Milik ISIS Berisi Puluhan Ribu Dokumen Aksi Terorisme

Salah satu foto dalam konten terorisme yang terdapat di fasilitas perpustakaan digital ISIS. (foto: ISD)

LONDON, iNews.id - Peneliti dari Institute of Strategic Dialogue (ISD) menemukan salah satu perpustakaan digital terbesar berisi puluhan ribu file milik ISIS yang tersimpan dalam jaringan (daring).

Dilansir dari BBC, Jumat (4/9/2020), perpustakaan digital tersebut berisi lebih dari 90.000 file dan diperkirakan memiliki 10.000 unique visitors setiap bulan.

Para peneliti menduga, penemuan ini mengungkap bagaimana kelompok ekstrimis memanfaatkan digitalisasi dokumen untuk menyimpan dan menambah konten mendukung aktivitas mereka.

Meskipun otoritas kontra-terorisme di Inggris dan AS telah diperingatkan mengenai cara penyimpanan dokumen yang semakin berkembang ini, upaya menghapus data-data perpus digital ISIS sangat sulit karena datanya tidak disimpan di satu tempat.

Penemuan itu terjadi setelah kematian pemimpin terkemuka ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi pada Oktober 2019. Saat itu, banyak postingan media sosial yang mendukung organisasi tersebut berisi tautan pendek.

Tautan itu mengarahkan para peneliti ke dokumen dan video dalam sembilan bahasa berbeda. Mereka memasukkan rincian serangan, termasuk yang terjadi di Manchester Arena pada 22 Mei 2017, London pada 7 Juli 2005, dan serangan gedung WTC di Amerika pada 11 September 2001.

"Semua yang perlu Anda ketahui mengenai rencana dan serangan yang dilakukan, ada di situ (perpus digital ISIS)," kata Wakil Direktur ISD Moustafa Ayad, yang menemukan arsip besar tersebut.

"Banyak hal yang mengajari Anda caranya bagaimana menjadi teroris yang lebih baik," tambahnya.

ISD menamakan perpustakan tersebut Cache Kekhalifahan. Selama berbulan-bulan para peneliti telah mempelajari bagaimana perkembangannya, bagaimana perpus digital itu dikelola dan siapa saja pengunjungnya.

Data-data di dalamnya tersebar di sistem desentralisasi, buka dalam satu server komputer. Siapapun dapat berbagi konten di seluruh web melalui server yang berbasis di beberapa lokasi. Cara ini diklaim mampu mencegah cara apapun untuk memasukinya secara offline.

Peneliti mengatakan "selama Cache Kekhalifahan itu tetap berjalan, itu membantu ISIS menyediakan sarana terus menyebarkan konten."

Cara Kerja

Editor : Arif Budiwinarto

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua