Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : China Klaim Warganya Jadi Target Pembunuhan dan Diskriminasi di Jepang
Advertisement . Scroll to see content

Penelitian: Orang Berbicara Bahasa Inggris Lebih Mudah Sebarkan Covid-19

Jumat, 18 September 2020 - 19:59:00 WIB
Penelitian: Orang Berbicara Bahasa Inggris Lebih Mudah Sebarkan Covid-19
Penularan Covid-19 bukan cuma melalui udara (airborne) tetapi juga lewat droplet (tetesan air liur). (foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 30 juta orang di seluruh dunia sejak pertama kali muncul pada Desember 2019. Sebuah penelitian mengungkap penyebaran Covid-19 terbanyak oleh mereka yang berbicara dengan Bahasa Inggris.

Di awal kemunculannya, Covid-19 disebut menular dari hewan ke manusia atau manusia ke manusia lewat udara (airborne). Namun, WHO kemudian mengeluarkan rekomendasi yang menyatakan Covid-19 juga menular melalui percikan air liur (droplet).

Atas rekomendasi inilah kemudian muncul imbauan tidak mengobrol dalam jarak dekat apalagi tidak mengenakan masker.

Baru-baru ini sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Elsevier Public Health Emergency Collection mengungkap bahwa mereka yang menggunakan penutur Bahasa Inggris berpotensi lebih besar menyebarkan Covid-19 melalui droplet. Apa alasannya?

Semuanya bersumber pada sesuatu yang disebut konsonan aspirasi yakni suara yang keluar sekaligus membuat orang menyemprotkan lebih banyak tetesan air liur ke udara, demikian yang dilansir dari Forbes, Jumat (18/9/2020).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut