Penembakan di Konser Musik Tewaskan 60 Orang, Mengapa ISIS Serang Rusia?
ISIS-K melakukan beberapa kali serangan mematikan, termasuk terhadap masjid, di dalam dan di luar Afghanistan. Awal tahun ini, AS menyadap komunikasi yang mengonfirmasi kelompok tersebut melakukan dua pemboman di Iran yang menewaskan hampir 100 orang. Serangan itu berlangsung saat upacara kematian Hussein Soleimani, jenderal Garda Revolusi Iran yang dibunuh oleh pasukan AS di Baghdad, Irak.
Pada September 2022, ISIS-K juga mengaku bertanggung jawab atas aksu bom bunuh diri di Kedutaan Besar Rusia di Kabul.
Cerita Kengerian Penembakan di Acara Konser Musik Rusia, Pelaku Tembaki Penonton
Kelompok ini juga bertanggung jawab atas serangan di bandara internasional Kabul pada 2021 yang menewaskan 13 tentara AS serta puluhan warga sipil. Saat itu Kabul dilanda kekacauan setelah Taliban mengambil alih pemerintahan dari kendali boneka AS.
Seorang jenderal AS yang bertugas di Timur Tengah mengatakan pada awal bulan ini ISIS-K bisa menyerang kepentingan AS dan negara Barat di luar Afghanistan hanya dalam waktu 6 bulan tanpa memberikan peringatan sebelumnya.
Serangan kelompok ISIS-K di Crocus, Rusia, pada Jumat malam merupakan yang paling mematikan sejak beberapa dekade.
Para pakar menilai kelompok tersebut menentang Presiden Rusia Vladimir Putin.
“ISIS-K telah terpaku pada Rusia selama 2 tahun terakhir, sering kali mengkritik Putin dalam propagandanya,” kata Colin Clarke, pengamat Soufan Center, kelompok penelitian yang berbasis di Washington DC, Amerika Serikat (AS).