Penembakan di Luar Kantor Intelijen Rusia Tewaskan 1 Agen, Motif Masih Gelap

Anton Suhartono ยท Jumat, 20 Desember 2019 - 08:09 WIB
Penembakan di Luar Kantor Intelijen Rusia Tewaskan 1 Agen, Motif Masih Gelap

Penembakan di depan markas FSB di Moskow menewaskan seorang agen (Foto: AFP)

MOSKOW, iNews.id - Penembakan di luar markas dinas keamanan atau intelijen Rusia, FSB, di Moskow, Kamis (19/12/2019), menewaskan seorang agen. Selain itu lima orang lainnya mengalami luka. FSB merupakan dinas keamanan yang dulunya bernama KGB.

FSB menyatakan, penyerang diketahui beraksi seorang diri dan dilumpuhkan.

Rekaman video yang diambil oleh seorang pengguna jalan menunjukkan kepanikan orang-orang yang melintas di kawasan yang ramai itu. Tampak pula petugas bersenjata bergegas menuju tempat kejadian dan berlindung di balik mobil-mobil yang diparkir.

"Seseorang tak dikenal melepaskan tembakan di dekat gedung, ada korban. Identitas pelaku sedang ditelusuri. Pelaku telah dinetralkan," bunyi pernyataan FSB, seperti dikutip dari AFP, Jumat (20/12/2019).

Disebutkan pula bahwa korban tewas merupakan agen FSB.

Laporan AFP dari lokasi mengungkap, saat kejadian terdengar banyak suara tembakan 2 jam pascakejadian. Namun sejauh ini pelaku diketahui beraksi seorang diri.

Rekaman lain yang diunggah oleh stasiun berita Telegram Baza menunjukkan seorang pria ditembak di alun-alun markas FSB, dia sempat berlari sebelum ditembak dari belakang. Pria itu lalu ambruk di halaman parkir. Video lain menunjukkan ada bekas tembakan di jendela markas FSB.

Markas FSB dikenal dengan ciri khasnya bercat abu-abu dan disebut sebagai Lubyanka. Dulunya gedung itu juga digunakan sebagai markas pusat KGB di masa Uni Soviet. Tempat tersebut dikenal menakutkan karena digunakan untuk menginterogasi tahanan.

Komite Investigasi Rusia membuka penyelidikan terkait upaya percobaan pembunuhan terhadap seorang petugas penegak hukum, namun tak menjelaskan rinciannya. Motif pelaku juga belum diketahui.

Sementara itu Kementerian Kesehatan Rusia mengungkap, lima orang masih dirawat karena luka tembak, tanpa menjelaskan secara detail megenai kondisi mereka atau apakah mereka agen atau warga sipil.

Editor : Anton Suhartono