Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Korsel Murka 2 Warganya Aktivis GSF Ditahan Israel, Ancam Tangkap Netanyahu
Advertisement . Scroll to see content

Pengacara: Para Aktivis GSF Disiksa Pasukan Israel, Luka Patah Tulang

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:54:00 WIB
Pengacara: Para Aktivis GSF Disiksa Pasukan Israel, Luka Patah Tulang
Para aktivis misi Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan mengalami luka parah akibat penyiksaan pasukan Israel (Foto: Handout)
Advertisement . Scroll to see content

ISTANBUL, iNews.id - Para aktivis misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan mengalami luka parah hingga patah tulang rusuk akibat penyiksaan yang dilakukan pasukan Israel selama penahanan. Beberapa aktivis bahkan harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami kekerasan fisik.

Sebanyak 430 aktivis dari lebih 40 negara ditahan di penjara pelabuhan Ashdod setelah kapal-kapal mereka dicegat militer Israel di perairan internasional dekat Siprus, sekitar 400 kilometer dari Gaza, pada Senin lalu. Penahanan itu memicu kecaman luas dari berbagai organisasi HAM internasional.

Kelompok advokasi HAM sekaligus tim pengacara para aktivis, Adalah, mengungkap para tahanan mengalami penyiksaan berupa setrum listrik, pelecehan fisik, hingga tekanan psikologis selama berada dalam tahanan Israel.

“Setidaknya tiga aktivis dirawat di rumah sakit akibat luka serius, sementara puluhan menderita patah tulang rusuk dan kesulitan bernapas akibat kekerasan selama penahanan,” demikian pernyataan Adalah, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (21/5/2026).

Tim hukum Adalah juga mengumpulkan kesaksian serta dokumentasi terkait penggunaan sengatan listrik berulang kali terhadap para aktivis GSF. Selain itu, mereka mendokumentasikan laporan mengenai perlakuan tidak manusiawi saat para aktivis dipindahkan menuju Pelabuhan Ashdod.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut