Pengakuan 10 Ilmuwan dan Tokoh Dunia terhadap Sosok Nabi Muhammad SAW
"Siapakah Muhammad? Muhammad adalah seorang pendiri sekaligus seorang Utusan. Dia termasuk orang-orang hebat yang mengabdi pada kerangka sosial secara mendalam. Cukuplah baginya bahwa dia membimbing seluruh masyarakat menuju cahaya kebenaran dan membuatnya condong ke arah kedamaian dan ketenangan, menjalani asketisme dan mencegahnya dari pertumpahan darah dan pengorbanan manusia, membuka jalan bagi pembangunan dan peradaban. Ini adalah perbuatan besar yang hanya dapat dilakukan oleh orang kuat dan orang seperti dia layak dihormati dan dikagumi.”
Thomas Carlyle mendedikasikan satu bab dalam bukunya ‘Heroes and Hero Worship’ untuk Nabi Muhammad SAW. Bab itu diberi judul ‘Pahlawan itu adalah seorang Nabi: Mahomet: Islam’.
Dalam bab ini, dia menilai Nabi Muhammad sebagai salah satu dari tujuh tokoh terbesar dalam sejarah. Dia juga membela Nabi Muhammad terhadap tuduhan yang berprasangka buruk dengan mengatakan, “Para ateis yang berprasangka buruk mengklaim bahwa Muhammad hanya menginginkan ketenaran, kemuliaan, dan kekuasaan pribadi. Demi Tuhan, ini adalah klaim yang salah!"
Carlyle menegaskan sang Putra Gurun yng berhati besar dan agung itu, dengan mata hitamnya yang bersinar, jiwa yang dalam penuh dengan belas kasih dan kemurahan hati, kebaikan dan kesalehan, kebijaksanaan dan persuasi, tak memiliki ambisi duniawi.
"Saya menyukai Muhammad karena sifatnya yang bebas dari kemunafikan," katanya.
Edward Ramsey menyebut Nabi Muhammad datang ke dunia dengan membawa pesan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, untuk memimpin manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya. Fajar baru yang terlihat jelas di cakrawala pun muncul.
"Pada hari ketika dia menerima wahyu, pembaharu besar, Muhammad, memulihkan keadilan dan kebebasan yang hilang dari dunia. Nalarnya yang sehat mencerahkan orang-orang bodoh dan orang-orang Arab akhirnya terbangun dari tidur perbudakan," katanya.