Penuturan Aktivis Indonesia di Gaza soal Sepak Terjang Razan Al Najjar
JAKARTA, iNews.id - Rasa kagum atas pengorbanan Razan Al Najjer, relawan medis Palestina di Gaza yang meninggal ditembus peluru sniper Israel disampaikan aktivis kemanusiaan Indonesia, Muhammad Husein.
Husein berkesempatan bertakziyah ke rumah almarhumah di Desa Khujaah, Khan Yunis, pada 3 Juni lalu, dan berbincang dengan sang ayah, Ashraf AL Najjer.
Meskipun tak dibayar, namun Razan selalu terdepan dalam membantu para demonstran korban penembakan tentara Israel di tenda-tenda penampungan darurat di Khan Yunis. Seperti diketahui, sejak demonstrasi 'Great March to Return' yakni simbolisasi pulang ke tanah yang dicaplok Israel pada 30 Maret 2018, lebih dari 12.000 orang mengalami luka dengan korban tewas 125 orang.
"Sejak direkrut oleh yayasan (Organisasi Pertolongan Medis Palestina) itu dia ditempatkan di titik perawatan lapangan di Khujaah, perbatasan timur di Khan Yunis. Itu titik yang menjadi tempat perawatan utama para korban, baik korban jiwa maupun korban luka yang tertembak oleh Israel," kata Husein di akun media sosialnya.
Hebatnya, kata Husein, Razan datang setiap hari sejak 30 Maret sampai beliau bertugas untuk terakhir kalinya, Jumat (1/6).