Penyelidikan Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines Dirilis, Ini Hasilnya
Selain itu, dia juga mengimbau otoritas penerbangan untuk mengecek kembali bahwa peninjauan sistem kontrol penerbangan pesawat telah dilakukan secara baik oleh pabrikan sebelum pesawat digunakan kembali.
Seperti diketahui, seluruh maskapai internasional yang menggunakan 737 Max 8 mengandangkan armada mereka terkait kecelakaan Ethiopian Airlines. Ini merupakan insiden kedua dalam waktu 5 bulan setelah Lion Air yang jatuh di Laut Jawa pada Oktober 2018.
Dagmawit tidak membuat referensi khusus terkait sistem anti-stall otomatis yang juga berkontribusi dalam kecelakaan itu, namun dia menyebut adanya gerakan di mana hidung pesawat menukik ke bawah berulang kali.
Perangkat Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) dirancang secara otomatis menurunkan hidung pesawat jika mendeteksi stall atau pesawat kehilangan kecepatan untuk bisa naik.
Sementara itu CEO Ethiopian Airlines Tewolde GebreMariam mengaku bangga bahwa pilot sudah melakukan segala upaya untuk menghindari kecelakaan.
"Kami sangat bangga dengan kepatuhan pilot kami untuk mengikuti prosedur darurat, dan melakukan kinerja profesional tingkat tinggi dalam situasi sangat sulit," kata Tewolde, dalam pernyataan.
"Ethiopian Airlines masih berduka atas kehilangan orang-orang yang kami cintai, dan kami ingin menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa mendalam kami kepada keluarga, kerabat, dan teman-teman para korban," ujarnya, yang selalu berulang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sejak kecelakaan terjadi.
Editor: Anton Suhartono