Perempuan Diperkosa di Kereta sementara Penumpang Lain Nonton dan Merekam, Mengapa Bisa Terjadi?

Anton Suhartono ยท Rabu, 20 Oktober 2021 - 07:20:00 WIB
Perempuan Diperkosa di Kereta sementara Penumpang Lain Nonton dan Merekam, Mengapa Bisa Terjadi?
Seorang perempuan diperkosa di kereta commuter Philadelphia, AS, sementara penumpang lain hanya menonton (Foto: Reuters)

PHILADELPHIA, iNews.id - Kasus pemerkosaan terhadap penumpang perempuan di kereta commuter Philadelphia, Amerika Serikat, pada 13 Oktober lalu masih menjadi pembicaraan hangat. Ini disebabkan pemerkosaan terjadi saat ada penumpang lain di gerbong yang hanya menonton, bahkan ada yang merekamnya menggunakan kamera telepon seluler.

Padahal, pemerkosaan itu bisa saja dihindari jika mereka bertindak atau setidaknya menghubungi layanan darurat 911.

Aktivis hak-hak perempuan yang juga Direktur Eksekutif Proyek Hukum Perempuan Philadelphia Carol Tracy mengecam peristiwa tersebut. Dia menyebut sikap diam para penumpang dan tidak mau menghubungi 911 sebagai perbuatan tercela.

"Ketakutan terbesar saya tentang ini ada dua, pertama orang-orang tidak peduli dan kedua orang mengira ini mungkin aktivitas seksual suka sama suka. Seperti itulah pemerkosaan bagi mereka," kata Tracy, dikutip dari Reuters, Rabu (20/10/2021).

Pemerkosaan terjadi sekitar pukul 22.00 di kereta commuter yang dioperasikan Otoritas Transportasi Pennsylvania Tenggara (SEPTA).

"Sebanyak 10 orang menyaksikan beberapa bagian dari pemerkosaan terhadap korban," kata Kepala Kepolisian Transit SEPTA, Thomas Nestel.

Berdasarkan pengamatan CCTV, lanjut dia, ada seorang penumpang menggunakan telepon. Awalnya dikira dia menghubungi 911, namun ternyata tidak. Sementara itu beberapa orang lain mengangkat telepon seperti sedang merekam video atau mengambil foto.

Dalam rekaman tampak korban berusaha melawan berulang kali dengan mendorong pelaku saat tubuhnya diraba. Namun pelaku justru semakin beringas dan memerkosanya.

Juru Bicara SEPTA John Golden mengatakan pemerkosaan tersebut seharusnya bisa dihentikan jika para penumpang bertindak.

Editor : Anton Suhartono

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: