MEXICO CITY, iNews.id – Seorang perempuan Venezuela tewas ketika mencoba menyeberangi perairan dingin Sungai Rio Grande dari Meksiko ke Amerika Serikat. Sementara, tiga orang lainnya menderita hiportemia (penurunan suhu tubuh yang drastis) saat menyeberangi sungai yang sama.
Dalam beberapa hari terakhir, badai musim dingin di Amerika menyebabkan wilayah perbatasan berada di bawah suhu yang membekukan. Cuaca ekstrem itu telah membunuh sedikitnya 21 orang di Texas dan beberapa negara bagian AS bagian selatan.
Jenderal Top Iran: Tak Ada Warga AS yang Aman Jika Perang Pecah!
Petugas Imigrasi Meksiko yang berpatroli di tepi sungai di Piedras Negras, Negara Bagian Coahuila, awalnya melihat empat orang memasuki perairan tawar itu. Untuk diketahui, Negara Bagian Coahuila berada tepat di seberang Negara Bagian Texas, AS.
Dua dari empat orang itu berhasil mencapai Amerika Serikat. Sementara, dua yang lainnya berusaha bertahan di air.
4 Makanan yang Ampuh Redakan Pilek, Cocok Dikonsumsi saat Cuaca Dingin
Selanjutnya, salah satu dari dua yang tersisa tadi akhirnya kembali ke Meksiko. Adapun satu orang yang masih tersisa di sungai itu, yakni perempuan yang tidak disebutkan namanya, masih tertahan di sungai.
“Perempuan itu terjebak dalam arus air yang dingin (minus 1 derajat Celsius), hingga kehilangan nyawanya,” ungkap Kantor Imigrasi Meksiko dalam sebuah pernyataan dikutip Reuters, Kamis (18/2/2021).
Pihak berwenang menyatakan, mereka mengetahui identitas perempuan itu lewat paspor yang ditemukan di pakaian korban. Namun, mereka enggan mengungkapkan nama dan informasi detail tentang perempuan itu.
Editor: Ahmad Islamy Jamil
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku