Perluasan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Diperkirakan Rampung 2 Bulan Lagi
Pascakonflik pada 2008-2009 yang menelan korban ribuan jiwa, situasi kemanusiaan di bagian selatan wilayah Palestina ini semakin serius dan mengkhawatirkan. Atas tragedi kemanusiaan ini, banyak pihak di Indonesia terpanggil untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Salah satu lembaga yang terpanggil adalah MER-C, yakni dalam bentuk pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun luar negeri.
MER-C bahkan menginisiasi berdirinya Rumah Sakit Indonesia yang dibangun dalam 2 tahun, yakni sejak 2010-2012. Namun bangunan yang ada belum cukup untuk memenuhi kebutuhan warga, sehingga mereka kembali untuk melakukan perluasan yakni dengan meninggikan bangunan.
Sejak Februari 2019, 29 aktivis melakukan renovasi perluasan RSI agar dapat menampung 300 tempat tidur.
Dalam percakapan telepon diperoleh informasi, penyelesaian renovasi perluasan RSI baru selesai sekitar 85 persen karena sempat terhambat akibat wabah Covid-19.
Pelibatan sekitar 40 warga Gaza dalam proyek itu juga harus dihentikan selama sebulan untuk mencegah penyebaran virus.
"Semua anggota MER-C Indonesia dan tiga mahasiswa yang bekerja di proyek RSI semuanya dalam keadaan sehat dan tidak ada yang terpapar virus. Diharapkan proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan ke depan," tutur Andy.
Editor: Anton Suhartono