Pernah Pimpin Industri Dirgantara Iran, Ini Prioritas Menhan Baru di Tengah Perang
Dia bahkan memperingatkan Presiden AS Donald Trump mengenai risiko yang dapat dihadapi pasukan Amerika jika Washington benar-benar menggunakan bom tersebut untuk menyerang Iran.
"Jika dia menjatuhkan satu bom, dia harus melihat berapa banyak pasukannya yang harus dia keluarkan dari wilayah tersebut secara horizontal," ujarnya.
Akhlaqi mengeklaim, persiapan Iran menjadi salah satu alasan Washington sejauh ini menahan diri untuk tidak menggunakan bom tersebut. Dia memperingatkan situasi akan berbeda jika ancaman AS berubah menjadi tindakan nyata.
Baca juga: Menhan Baru Iran Langsung Ancam AS, Singgung Bom Ibu dari Segala Bom
Parlemen Iran menyetujui Akhlaqi sebagai menhan baru pada Minggu (18/10/2026). Dia memperoleh 237 suara dukungan dan 15 suara penolakan dalam pemungutan suara yang digelar melalui konferensi video. Tidak ada suara abstain dari total 277 suara yang diberikan.
Akhlaqi menggantikan Aziz Nasirzadeh yang tewas akibat serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026. Sejak kematian Nasirzadeh, Majid Ebn Al Reza menjabat sebagai menhan sementara.