Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Produksi Shale Oil AS Digenjot, OPEC Tak Ambil Pusing
Advertisement . Scroll to see content

Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak

Jumat, 09 Oktober 2026 - 06:45:00 WIB
Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak
Terpidana mati Nidal Hasan. (Foto: Departemen Sheriff Bell County via AP)
Advertisement . Scroll to see content

Berdasarkan hukum militer AS, presiden AS harus menyetujui pelaksanaan hukuman mati dengan regu tembak. Pentagon mengungkap Presiden Donald Trump telah menyetujui rencana tersebut atas rekomendasi Hegseth.

"Kita belum pernah melakukan hal itu lagi sejak Perang Dunia II. Yah, ini mirip dengan mentalitas yang kita miliki pada masa Perang Dunia II," ujar Hegseth.

Gedung Putih menolak berkomentar mengenai apakah Trump mendukung siaran langsung tersebut dan menyarankan wartawan bertanya langsung ke Pentagon.

Kelompok advokasi Death Penalty Action menyatakan, hukuman Hasan akan menjadi eksekusi militer pertama sejak 1961. Namun eksekusi pada 1961 tersebut dilakukan dengan cara digantung.

Pusat informasi tersebut melaporkan, eksekusi terakhir yang diketahui menggunakan regu tembak militer terjadi pada 1945.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut