Perundingan Gencatan Senjata Gaza antara Hamas-Israel Kembali Buntu
Israel juga menyatakan keberatan terhadap beberapa tahanan Palestina yang dituntut Hamas untuk dibebaskan. Israel pun menuntut mereka agar keluar dari Gaza jika mereka dibebaskan.
Hamas mengatakan, Israel telah menarik kembali komitmennya untuk menarik pasukan dari Koridor Philadelphi. Pihak zionis malah mengajukan persyaratan baru lainnya, termasuk penyaringan warga Palestina yang mengungsi saat mereka kembali ke wilayah utara Jalut Gaza yang lebih padat penduduknya saat gencatan senjata dimulai.
"Kami tidak akan menerima diskusi tentang penarikan kembali dari apa yang telah kami sepakati pada 2 Juli ataupun persyaratan baru," kata pejabat Hamas, Osama Hamdan, kepada TV al-Aqsa, Minggu.
Pada Juli lalu, Hamas telah menerima usulan AS untuk memulai perundingan tentang pembebasan para tawanan Israel, 16 hari setelah fase pertama (dari tiga fase) perjanjian yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang Gaza. Hal itu diungkapkan seorang sumber senior Hamas mengatakan kepada Reuters.
Hamdan juga mengatakan, Hamas telah menyerahkan tanggapannya kepada para mediator atas usulan terbaru itu. Kelompok pejuang Palestina itu pun menegaskan, klaim AS beberapa hari lalu yang menyebut bahwa kesepakatan tentang gencatan senjata di Gaza sudah di depan mata adalah keliru.
Delegasi Hamas meninggalkan Kairo pada Minggu kemarin setelah mengadakan pembicaraan dengan para mediator. Pejabat senior Hamas, Izzat el-Reshiq mengatakan, pihaknya telah menegaskan kembali tuntutannya bahwa setiap perjanjian yang dihasilkan harus bisa menetapkan gencatan senjata permanen dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.
Editor: Ahmad Islamy Jamil