Pesawat Boeing 737 Max Bermasalah, Kursi Penumpang Perlu Dicek dan Dipasang Ulang
SEATTLE, iNews.id - Otoritas penerbangan Amerika SerikatFAA mengungkap cacat pada pesawat Boeing 737 Max. Sejauh ini pesawat yang bermasalah diketahui hanya terdaftar di AS.
Menurut FAA, berdasarkan pernyataan yang dikutip Selasa (28/7/2026), ratusan kursi pada pesawat harus diperiksa atas kekhawatiran kesalahan dalam pemasangan. Kursi-kursi tersebut bisa melukai penumpang dan kru jika pesawat melakukan pendaratan darurat. Dampaknya lagi kursi bisa menghalangi kabin sehingga memperlambat evakuasi dalam keadaan darurat.
FAA menyatakan, dalam arahan kelaikan udara, mereka mendapat laporan kursi-kursi penumpang tidak dipasang dengan benar pada relnya. Itu berarti kursi bisa terlepas dari rel jika terjadi peningkatan beban, turbulensi, atau pendaratan darurat.
“Kondisi ini, jika tidak ditangani, bisa mengakibatkan luka pada penumpang dan kru pesawat selama pendaratan darurat atau dapat menghalangi koridor, yang bisa memperlambat evakuasi,” bunyi pernyataan FAA.
FAA tidak menyebutkan seberapa cepat maskapai penerbangan perlu memperbaiki masalah ini.
Berdasarkan arahan kelaikan udara FAA, sebanyak 453 unit pesawat Boeing Max yang terdaftar di AS, terdampak masalah ini.
Mengenai kemungkinan pesawat yang terdampak juga beroperasi di luar negeri, hal itu tak menutup kemungkinan. Namun FAA hanya memiliki yurisdiksi atas maskapai penerbangan yang terdaftar di AS.
Seorang juru bicara Boeing mengatakan, produsen pesawat telah mengeluarkan panduan kepada operator penerbangan tentang masalah ini pada Desember 2025.
“Kami mendukung FAA untuk mewajibkan panduan tersebut,” kata juru bicara, dalam pernyataan di email.
Arahan baru FAA ini muncul saat Boeing berupaya meningkatkan kualitas produksi dan meningkatkan produksi di bawah kepemimpinan CEO Kelly Ortberg.
Sebelum ini, masalah kualitas produksi terungkap pada awal 2024. Panel penutup pintu terlepas dari pesawat 737 max maskapai Alaska Air saat penerbangan.
Editor: Anton Suhartono